• Home
  • Nasional
  • Yusril Ihza Mahendra: Jangan Sedikit-sedikit UU ITE

Yusril Ihza Mahendra: Jangan Sedikit-sedikit UU ITE

Selasa, 17 Apr 2018 19:04
Dibaca: 160 kali
BAGIKAN:
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra
Liputanriau.com, Jakarta - Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, berpendapat semua persoalan ujaran di Internet atau media sosial harusnya tidak selalu dikaitkan dengan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Hukum pidana itu merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara lain dan hukum lain tidak efektif. Jangan apa-apa, sedikit-sedikit UU ITE," kata Yusril saat ditemui di Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Pusat, pada Senin, 16 April 2018.

Pasal 28 UU ITE berkaitan dengan ujaran kebencian dan berita bohong di Internet. Pasal 28 ayat 1 berbunyi "setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik". Sedangkan Pasal 28 ayat 2 berbunyi "setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)".

Pernyataan Yusril ini untuk menanggapi fenomena di masyarakat yang kerap melaporkan ujaran seseorang di Internet dengan UU ITE. Ia mencontohkan kasus Amien Rais yang dilaporkan karena membedakan partai Allah dan partai setan saat tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 April 2018.

Yusril mengatakan UU ITE pada awalnya dibuat sebagai peraturan dalam informasi dan elektronik, bukan untuk ujaran kebencian. Menurut dia, dengan kondisi saat ini, UU ITE dapat menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat.

Selain itu, Yusril menyarankan pihak kepolisian meminta pendapat ahli mengenai UU ITE sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan dari masyarakat.

Mengenai pernyataan Amien Rais, Yusril menilai ucapan soal partai Allah dan partai setan itu tidak mengandung ujaran kebencian. Menurut dia, istilah yang digunakan Amien itu merupakan hal yang biasa dalam dunia politik. Sehingga Amien seharusnya tidak bisa dijerat dengan Pasal 28 UU ITE.

Amien Rais dilaporkan oleh Organisasi Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya pada Ahad, 15 April 2018. Amien dituding menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penistaan agama dalam pernyataannya tentang partai Allah dan partai setan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Pengakuan Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur

    Rabu, 15 Agu 2018 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Resor Serang, Banten hingga hari ini Rabu, 15 Agustus 2018 masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap Raja Kerajaan Ubur Ubur Aisyah Tusalamaja Baidu

  • Ratu Kerajaan Ubur-ubur Sebar Pesan ke Jokowi dan Erdogan

    Selasa, 14 Agu 2018 20:41

    Liputanriau.com, Banten - Siti Aisyah, perempuan yang menjadi pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur di Sayabulu, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tengah menjadi buah bibir di Indonesia.Seb

  • Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur Klaim Akan Dapat Dana dari Presiden Jokowi.

    Selasa, 14 Agu 2018 20:27

    Liputanriau.com, Banten - Kerajaan Ubur-ubur rupanya bukan hanya mengajarkan Islam secara menyimpang dan menyesatkan. Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mengklaim akan mendapat sejumlah dana yang dicairkan o

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.