• Home
  • Pemerintahan
  • BIN: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Di Bagan Sinembah, Rohil Segera Ditindak lanjut Kejagung

BIN: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Di Bagan Sinembah, Rohil Segera Ditindak lanjut Kejagung

Oleh: Ulung
Rabu, 14 Jun 2017 19:15
Dibaca: 253 kali
BAGIKAN:
Poto Ilustrasi
Liputanriau.com,Rohil- Badan Informasi Nasional (BIN) Rokan Hilir menilai proses hukum dugaan mark-up pengadaan lahan seluas 6 hektar di kecamatan Bagan Senembah  yang dilakukan oleh  Pemda kabupaten Rohil jalan ditempat.

Tidak sedikit dana APBD Rohil tahun 2012 di kucurkan oleh Pemda kabupaten Rohil untuk pengadaan lahan di kecamatan Bagan Senembah tersebut yakni sebesar 21 miliyar.

Demikian ini dikatakan ketua BIN Rohil,Rudi Hartono Faza, Rabu-(14/6) di Bagansiapiapi. "Proses hukum pengadaan lahan di Bagansenembah kabupaten Rohil sepertinya berjalan ditempat, meskipun sudah dilaporkan dan di ekpos di media massa, namun proses hukumnya belum juga berjalan" kata Rudi.

Rudi menegaskan, pihaknya segera menindaklanjuti kasus pengadaan lahan di duga terjadi mar-up itu ke Kejaksaan Agung, pasalnya proses hukum atas dugaan korupsi di Rohil itu terkesan lamban atau jalan di tempat," tegasnya.

BIN Rohil punya beberapa catatan dugaan korupsi pengadaan lahan di Rohil antaranya, pembebasan  lahan di wilayah kecamatan Bagan Senembah  tepatnya di belakang kantor camat Bagansenembah dengan total lahan seluas 6 haktar dengan anggar sebesar Rp. 21 miliyar.

"kita menduga pembebasan lahan seluas 6 haktar tepatnya di belakang  kantor camat Bagan Senembah oleh Pemda Rohil terjadi tindak pidana korupsi, uang negara yang digerogoti  pada pembebasan lahan itu nilainya tidaklah sedikit, milyaran rupiah," kesalnya.

selain itu, pembebasan lahan di Bagansenembah tersebut menimbulkan banyak persoalan di tengah masyarakat, soalnya masyarakat  pemilik tanah sebut saja Salamudin  merasa dirampas haknya,  dia  tidak pernah menjual tanah miliknyq itu kepada Pemda Rohil, tapi tanah berukuran 2 hektar miliknya telah di serobot begitu saja dan di perjual belikan kepada Pemda Rohil.

"Awalnya,pada tahun 2010 Camat Bagansenembah Suwandi,S.sos sewaktu itu membeli lahan dari salah seorang warga bernama H. Adlan Adnan dengan membayar Rp. 300 juta rupiah dengan melibatkan anak dan istrinya sebagai pemilik lahan tersebut. 

Berjalannya waktu Saudara Suwandi saat itu sebagai camat bagan senembah menjual lahan itu kepada Pemda Rohil  dengan nilai sangat fantastis yakni 21 milyaran kepada Pemkab Rohil ," heran Rudi.

BIN menduga pembebasan lahan tersebut terjadi dugaan korupsi,dan perbuatan menguntungkan diri sendiri sehingga negara di rugikan milyaran rupiah," Tandasnya.***

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.