DPRD Minta Sekolah Cegah Siswa Bermain Skip Challenge

Senin, 13 Mar 2017 17:58
Dibaca: 92 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga meminta guru ataupun wali kelas untuk mengawasi siswa atau peserta didiknya bermain sebuah permainan baru yang saat ini sudah menjadi viral di media sosial yakni "skip challenge".

"Kita minta jangan ada pengabaian oleh para guru ataupun wali kelas dengan membiarkan siswanya bermain hal berbahaya seperti ini, karena sangat membahayakan kesehatan dan bisa berakibat kematian, dan hal itu sudah dijelaskan oleh para ahlinya," ucap Romi kepada wartawan, Senin (13/3/2017).

Politisi PDIP ini juga berharap, kepada pihak sekolah untuk segera membuat pengumuman khusus dan melakukan sosialisiasi kepada peserta didiknya perihal permainan skip challenge.

"Segera umumkan dan sosialiasikan, jangan sampai sudah kejadian nanti baru kita sibuk dan saling menyalahkan. Kalau perlu, siswa yang kedapatan bermain skip challenge diberikan hukuman yang mendidik," tuturnya.

Salah seorang warga, Nanik juga mengungkapkan kekhawatirannya akan permainaan mematikan tersebut. Mereka khawatir permainan itu membahayakan anak-anak mereka.

"Kalau di rumah, kami bisa mengawasi anak-anak dan melarang mereka bermain hal ini. Tapi, kami khawatir kalau mereka bermain skip challenge bersama teman-temannya di sekolah tanpa diketahui guru,â kata Nanik.

Nanik yang mengaku memiliki anak kelas 6 SD ini juga meras miris dengan  permainan membahayakan itu. "Dari mana asal permainan 'gila' ini. Mungkin, pihak terkait juga perlu melakukan sosialisasi kepada siswa ataupun orangtua agar bisa sama-sama mencegah terjadinya permainan skpi challenge,â pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya sudah menginstruksikan guru atau wali kelas untuk melarang siswa atau peserta didiknya bermain skip challenge.

"Kepada guru, terutama wakil kepala sekolah kesiswaan untuk memantau dan melarang anak-anak untuk melakukan itu (bermain skip challenge)," kata Mendikbud Muhadjir.

Mendikbud mengingatkan kepada pelajar tentang bahaya dari permainan itu karena bisa mengancam jiwa. "Oh tidak boleh itu, itu berbahaya sekali menantang jiwa. Saya kira itu tidak boleh dilakukan," kata dia.

Skip challenge atau pass out challengge adalah sebuah permainan yang dilakukan dengan cara menekan dada sekuat atau sekeras mungkin selama beberapa waktu, sehingga menyebabkan anak yang memainkan permainan ini menjadi kejang atau bahkan pingsan. Ia menuturkan Kemendikbud telah mengirimkan instruksi larangan bermain skip challenge kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia. "Sudah, sudah kita imbau," kata dia.
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.