DPRD Minta Sekolah Cegah Siswa Bermain Skip Challenge

Senin, 13 Mar 2017 17:58
Dibaca: 15 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga meminta guru ataupun wali kelas untuk mengawasi siswa atau peserta didiknya bermain sebuah permainan baru yang saat ini sudah menjadi viral di media sosial yakni "skip challenge".

"Kita minta jangan ada pengabaian oleh para guru ataupun wali kelas dengan membiarkan siswanya bermain hal berbahaya seperti ini, karena sangat membahayakan kesehatan dan bisa berakibat kematian, dan hal itu sudah dijelaskan oleh para ahlinya," ucap Romi kepada wartawan, Senin (13/3/2017).

Politisi PDIP ini juga berharap, kepada pihak sekolah untuk segera membuat pengumuman khusus dan melakukan sosialisiasi kepada peserta didiknya perihal permainan skip challenge.

"Segera umumkan dan sosialiasikan, jangan sampai sudah kejadian nanti baru kita sibuk dan saling menyalahkan. Kalau perlu, siswa yang kedapatan bermain skip challenge diberikan hukuman yang mendidik," tuturnya.

Salah seorang warga, Nanik juga mengungkapkan kekhawatirannya akan permainaan mematikan tersebut. Mereka khawatir permainan itu membahayakan anak-anak mereka.

"Kalau di rumah, kami bisa mengawasi anak-anak dan melarang mereka bermain hal ini. Tapi, kami khawatir kalau mereka bermain skip challenge bersama teman-temannya di sekolah tanpa diketahui guru,â kata Nanik.

Nanik yang mengaku memiliki anak kelas 6 SD ini juga meras miris dengan  permainan membahayakan itu. "Dari mana asal permainan 'gila' ini. Mungkin, pihak terkait juga perlu melakukan sosialisasi kepada siswa ataupun orangtua agar bisa sama-sama mencegah terjadinya permainan skpi challenge,â pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya sudah menginstruksikan guru atau wali kelas untuk melarang siswa atau peserta didiknya bermain skip challenge.

"Kepada guru, terutama wakil kepala sekolah kesiswaan untuk memantau dan melarang anak-anak untuk melakukan itu (bermain skip challenge)," kata Mendikbud Muhadjir.

Mendikbud mengingatkan kepada pelajar tentang bahaya dari permainan itu karena bisa mengancam jiwa. "Oh tidak boleh itu, itu berbahaya sekali menantang jiwa. Saya kira itu tidak boleh dilakukan," kata dia.

Skip challenge atau pass out challengge adalah sebuah permainan yang dilakukan dengan cara menekan dada sekuat atau sekeras mungkin selama beberapa waktu, sehingga menyebabkan anak yang memainkan permainan ini menjadi kejang atau bahkan pingsan. Ia menuturkan Kemendikbud telah mengirimkan instruksi larangan bermain skip challenge kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia. "Sudah, sudah kita imbau," kata dia.
  BacaJuga
  • Polres Kampar Adakan Pelatihan Sistem Pelaporan Online Terpadu bagi Seluruh Petugas SPK Jajaran

    Selasa, 28 Mar 2017 19:25

    LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Senin 27 Maret 2017 pukul 10.00 wib, di Polres Kampar telah dilaksanakan Pelatihan Sistem Pelaporan Online Terpadu bagi Petugas SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) di

  • Jumat Barokah, Polsek Bangkinang Barat Bagi-bagi Sembako di Desa Merangin Kuok

    Jumat, 24 Mar 2017 18:49

    LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2017 pukul 10.30 wib bertempat di Desa Merangin Kec. Kuok telah dilaksanakan giat Jumat Barokah oleh Kapolsek Bangkinang Barat Iptu

  • Piagam dan Tali Asih dari Ibu Bhayangkari Kampar

    Senin, 13 Mar 2017 13:16

    LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Dalam rangka memperingati HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke-37 tahun 2017, Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Kampar Ny. Neny Edy Sumardi didampingi Wakil Ketua dan segena

  • Polsek Tambang Kampar Amankan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

    Kamis, 27 Okt 2016 17:45

    Liputanriau.com-KAMPAR-Kerjasama dua Polsek Jajaran Polres Kampar yaitu Polsek Tambang dan Polsek Tapung berhasil menangkap tiga tersangka yang terlibat kasus penggelapan sepeda motor serta penadah ba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.