• Home
  • Pemerintahan
  • Pj Bupati Kampar Undang Pejabat Ikut Tabligh Akbar Ustadz Firanda Andirja Akhir Pekan Ini

Pj Bupati Kampar Undang Pejabat Ikut Tabligh Akbar Ustadz Firanda Andirja Akhir Pekan Ini

Oleh: Riki
Jumat, 31 Mar 2017 16:42
Dibaca: 181 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Ustadz Firanda Andirja yang merupakan putra terbaik Indonesia pengajar tetap di Masjid Madinah akan mengisi kajian tabligh akbar di Kota Bangkinang Riau, Sabtu (1/4/2017) Maghrib, atau malam Ahad.

Kajian ini akan membahas tentang tematik. Penjabat Bupati Kampar Syahrial Abdi juga telah menyebar undangan kepada pejabat di daerah itu untuk diminta hadir dalam kajian tabligh akbar itu nantinya, meskipun di hari libur.

Berdasarkan undangan yang tersebar, tampak Bupati mengundang salah seorang kepala dinas untuk hadir dalam kajian tersebut yang dijadwalkan akan dilaksanakan Ba'da Maghrib di Masjid Jami' Al-Ikhsan Markaz Islami Kabupaten Kampar.

"Bupati Kampar di Bangkinang, dengan ini mengundang saudara untuk hadir pada hari/tanggal Sabtu 1 April 2017, waktu 18.30 WIB (ba'da Maghrib) s/d selesai, tempat Masjid Jami' Al-Ikhsan Markaz Islami Kabupaten Kampar, acara Tabligh Akbar Pekan Daurah Markaz Islami Kabupaten Kampar, penceramah Dr. Firanda Andirja Lc MA, (Pemateri Tv/Radio Rodja dari Jakarta)." Demikian bunyi undangan yang beredar, Jumat (31//3/2017).

Ustadz Firanda merupakan putra Indonesia yang menimba ilmu hingga mengajar di Kota Nabi. Ustadz Firanda Andirja, salah satu putra Indonesia berhasil meraih gelar doktoral dari Universitas Islam Madinah. Gelar itu didapatkan setelah melalui sidang disertasi doktoral yang digelar pada Ahad (25/9/2016) silam.

Dosen pembimbing ustadz Firanda adalah Dr Abdulmajid Masy'abi. Adapun dosen pengujinya adalah Prof Dr Mahmud Qodah dan Dr Manshur al Hujaili. Dalam salah satu kalimatnya, salah seorang dosen penguji Prof Dr Mahmud Qodah menyebut bahwa Indonesia adalah negeri ahlussunnah yang indah bumi dan penduduknya. Hanya saja kata beliau, keberadaan kelompok-kelompok sesat seperti Syiah, pendakwah Liberal dan pluraris, menodai keindahan negeri ini.

Disertasi doktoral ustadz Firanda berjudul:
نقض استدلالات دعاة التعددية الدينية بالنصوص الشرعية

"Membantah Dai-Dai Pluralisme yang Berdalil dengan Alquran dan Assunnah"

Selepas sidang, ustadz Firanda mendapatkan nilai Mumtaz Ala martabat Syarafil Ula (Summa Cumlaude).

Nama ustadz Firanda sendiri bukanlah nama yang asing bagi kaum muslimin di Indonesia, terutama bagi para jamaah haji dan umrah yang sedang berada di Madinah. Pasalnya, ustadz Firanda menjadi salah satu dari putra Indonesia yang diberi kehormatan untuk bisa mengajar di Masjid Nabawi. Semoga semakin memberikan manfaat untuk kaum muslimin.
Editor: Riki

Sumber: Liputanriau.com

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.