• Home
  • Pemerintahan
  • Program Replanting Sawit di Riau, Petani Dibantu 25 Juta Per Hektar

Program Replanting Sawit di Riau, Petani Dibantu 25 Juta Per Hektar

Oleh: Ulung
Rabu, 09 Mei 2018 23:36
Dibaca: 198 kali
BAGIKAN:
Presiden RI Joko Widodo memberikan bantuan secara simbolis kepada petani peremajaan sawit di Rokan Hilir, Riau

Liputanriau.com,Rohil - Setelah melakukan peluncuran perdana
Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada 13 Oktober 2017 lalu, dan peremajaan juga dilakukan di Serdang Bedagai, Langkat, dan sejumlah kabupaten lain di Sumatra Utara, yang mencakup lahan sawit rakyat seluas 9.109,29 hektare.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga meresmikan Program Peremajaan (replanting) Sawit Rakyat tahap tiga di kabupaten Rokan Hilir, Riau yang mencakup 15.000 Ha Perkebunan Rakyat yang melibatkan 5.000 Petani Swadaya, Rabu (9/5).

Jokowi mengatakan, untuk tahun 2018 ini total 25.423 hektar akan dilakukan replanting di Provinsi Riau.

"Tahun lalu dimulai di Sumatera Selatan, kemudian ke Sumatera Utara dan sekarang di Provinsi Riau. Di sini tahun ini diberi jatah untuk peremajaan 25.000 hektar," kata Jokowi, di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Jokowi berharap, replanting bisa segera diselesaikan sebab pohon-pohon sawit petani sudah berumur cukup tua sehingga produktivitasnya sudah menurun drastis.

Dalam kesempatan serupa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, lahan perkebunan sawit di Indonesia luasnya 14 juta hektar, 40 persen di antaranya atau 5,6 juta hektar merupakan kebun kelapa sawit rakyat dikelola oleh 2,8 juta petani.

"Produktivitas masih di 10 ton per hektar atau CPO dibawah 2,5 ton per hektar," kata Menko Darmin.

Darmin mengungkapkan, pembiayaan pelaksanaan program peremajaan ini menggunakan dana pungutan ekspor produk sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan alokasi sebesar Rp 25 juta per hektar dengan total anggaran sekitar Rp 74,825 miliar. Bantuan dikombinasikan dengan dana swadaya petani serta dapat dikombinasikan juga dengan dana perbankan atau sumber pendanaan lain yang dapat meringankan beban petani.

"Bantuan yang akan diberikan kepada petani sebanyak Rp 25 juta per hektar dengan maksimal lahan yang diberi bantuan adalah 4 hektar. Jadi kalau misalnya punya lahan 7 hektar sisanya 3 hektar sendiri," ujarnya.

Bantuan Rp 25 juta per hektar tersebut meliputi bantuan untuk menebang pohon yang sudah tua, membersihkan lahan, mengurus legalitas lahan dengan pembuatan sertifikat, penyediaan bibit unggul hingga penanaman.

Selain itu, petani juga diberi bantuan bibit tanaman tumpang sari untuk bercocok tanam sambil menunggu pohon sawit memasuki masa berbuah. "Menanam tanaman tumpang sari tentu akan membantu penghasilan sebagai petani kelapa sawit walaupun kelapa sawitnya belum berbuah." (isp)

  komentar Pembaca
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.