Temuan Beras Plastik di Pekanbaru, Dewan Akan Panggil BPOM

Oleh: abuhakim
Rabu, 21 Jun 2017 14:17
Dibaca: 187 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi.
PEKANBARU - Adanya pernyataan dari Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman yang mengungkapkan pihaknya telah mengirim sampel yang diduga beras plastik ke BBPOM Pekanbaru, namun terus saja dipersulit dalam mendapatkan hasilnya oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) setempat, mendapat reaksi keras dari Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru.

"BBPOM harus tanggap mengatasi hal ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Kita minta BBPOM jangan hanya cepat merespon terhadap peredaran kosmetik saja, tetapi terhadap bahan pangan hendaknya juga cepat melakukan tindakan," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, Rabu (21/6/2017).

Politisi Demokrat ini juga menyarankan kepada BBPOM jika tidak mengetahui dan tidak bisa melakukan uji sampel lebih baik jujur saja jangan mencari-cari alasan sehingga keresahan masyarakat terhada peredaran beras plastik terus meningkat.

"Jika memang BBPOM tidak bisa ya, katakan dari awal karena masyarakat saat ini butuh kepastian terhadap beras plastik tersebut dan tidak bisa menunggu-nunggun lagi," sebutnya.

Azwendi menggatakan jika pihak BBPOM terus berkilah dan tidak tanggap akan segala keresahan masyarakat terhadap bahan pangan yang diperjual belikan pihaknya di DPRD Kota Pekanbaru akan memanggil pihak BBPOM ini.

"Jika peredaran beras plastik ini belum juga bisa diatasi oleh BPOM dan leding sektor terkait tentunya kita di DPRD akan lakukan pemanggilan untuk mempertanyakan ini," tutupnya.

Sebelumnya, pasca ditemukannya beras yang diduga beras plastik beberapa saat lalu, hingga saat ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru belum juga melakukan uji laboratorium terhadap temuan tersebut, padahal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru telah mengirim sampel beras plastik tersebut.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman mengatakan pihaknya telah mengirim sampel yang diduga beras plastik ke BBPOM Pekanbaru, namun terus saja dipersulit.

"Kami telah mengirim sampelnya, tetapi kenapa harus dipersulit begini, mereka mengatakan sampel tersebut harus dikirim ke Jakarta atau Padang karena disana mereka mempunyai alat-alat untuk menguji itu," kata Mas Ibra Sulaiman.

Menurutnya lagi jika memang alat untuk pengujian terhadap sampel yang diduga beras plastik itu tidak ada harusnya pihak BBPOM berkoordinasi dan mengatakan lebih awal karena peredaran beras ini sangat meresahkan masyarakat dan harus dilakukan tindakan secepatnya.

"Jika BBPOM tidak ada alat untuk itu harusnya mengatakan dari awal kenapa harus dipersulit, dan tentunya untuk pengadaan alat tersebut kita bisa bantu dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," sebutnya.
Editor: Riki

Sumber: Liputanriau.com

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.