• Home
  • Peristiwa
  • Seorang Warga Mengamuk Tidak Diizinkan Isi Premium di Salah Satu SPBU di Pekanbaru

Seorang Warga Mengamuk Tidak Diizinkan Isi Premium di Salah Satu SPBU di Pekanbaru

Sabtu, 28 Okt 2017 12:56
Dibaca: 123 kali
BAGIKAN:
Seorang Warga Mengamuk Tidak Diizinkan Isi Premium di Salah Satu SPBU di Pekanbaru
Liputanriau.com, Pekanbaru - Keberadaan bahan bakar premium semakin langka pada saat ini. Pemerintah berusaha mengalihkan konsumsi bahan bakar premium ke pertalite dan pertamax.

Heri Toni, seorang pengendara motor warga Pekanbaru mengamuk, pasalnya ia tidak terima karena premium hanya dijual untuk mobil  oleh pihak  SPBU M-Poin 13.282.603.

Heri pada saat itu tengah berada di Jalan Kharuddin Nasution, Jumat (27/10/2017), hendak mengisi bensin, tetapi dia dilarang oleh petugas SPBU mengantri di deretan mobil yang tengah mengisi premium .

"Sekitar jam 4 sore tadi pas waktu mau pulang, saya berhenti di SPBU ngisi bensin, saya lihat ada mobil antrian Premium, sementara antrian motor di Pertalite, saya masuk antrian mobil," kata Toni.

Saat ingin mengantri dan mengisi premium, ia mendapat penolakan dari wanita petugas pengisian. Toni tetap bersikeras karena ini premium subsidi, sebagai pengendara motor dan warga dengan berpenghasilan pas-pasan, dia merasa lebih berhak menikmati premium subsidi ini.

"Pas pula ada security di situ, terjadi adu mulut, saya diminta untuk memindahkan motor saya karena ini antrian mobil, saya menolak karena saya ingin isi premium, kenapa mobil boleh isi premium sementara motor dipaksa pakai pertamax dan pertalite yang tidak bersubsidi," terang Toni.

Dari adu mulut itu pun terjadi aksi tolak menolak antara security SPBU dan Toni yang akhirnya Toni mengaku mendapat luka cakaran di tangannya. Atas insiden ini, Toni kemudian melapor ke Polsek Bukit Raya. Meski akhirnya motor Toni tetap diisi premium oleh petugas security walau tanpa ikhlas dan pelayanan yang tidak menyenangkan.


Dari penelusuran ke SPBU tersebut, ditemui seorang pria yang mengaku bernama Obil sebagai Supervisor, dan juga bertemu dengan security yang dimaksud yang ternyata bernama Jaya.

Obil menjelaskan bahwa aturan yang mengharuskan motor beli pertalite bukan premium merupakan aturan dari SPBU tersebut, bukan dari Pertamina dan sebagainya.

"Kita kan kerja, jalankan aturan perusahaan, kalau dari Pertamina kan satu untuk motor satu untuk mobil, tapi perusahaan ya (bikin satu untuk mobil, red)," terangnya.

Obil juga mengatakan bahwa SPBU ini milik Mulyadi, namun pemilik belum mengetahui kejadian ini. Dimana kebijakan perusahaan yang hanya menyediakan premium subsidi untuk mobil membuat seorang pengguna motor mengamuk dan lapor polisi.‎
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.