• Home
  • Politik
  • Komisi Gabungan DPRD Pelalawan Hering dengan PT EMP Bentu

Terkait Tuntutan Warga Muara Sako,

Komisi Gabungan DPRD Pelalawan Hering dengan PT EMP Bentu

Oleh: Ocufebri
Sabtu, 19 Agu 2017 18:45
Dibaca: 54 kali
BAGIKAN:
'Liputanriau-PELALAWAN- Komisi gabungan DPRD Pelalawan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu, terkait tuntutan warga dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, kecamatan Langgam, Jumat (18/8/2017).

Rapat komisi gabungan ini, dipimpin oleh Monang Pasaribu dari komisi III, serta dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD lainnya, sementara pihak PT EMP dihadiri oleh lima orang manajemen diantaranya, Amru Mahali, Mustofa, Khairul Hadi, Jon Heridas dan Argo Cahyo. 

Tampak juga hadir dari unsur pemerintah kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Hasan Tua Tanjung, Kapolsek Langgam serta puluhan warga dusun Muara Sako.

Juru bicara, warga dusun Muara Sako kepada forum rapat, menyampaikan ada dua poin penting tuntutan warga. Kedua tuntutan yakni persoalan listrik dan perbaikan jalan. 

Perwakilan masyarakat ini berharap, untuk persoalan listrik agar secepatnya dialiri arus sehingga bantuan yang sudah disalurkan pihak perusahaan dalam hal ini, PT EMP dirasakan azas mamfaatnya bagi masyarakat.

"Untuk listrik, saat ini tinggal trafonya saja. Untuk jaringan tidak ada masalah. Jadi dengan demikian arus listrik secepatnya dialiri," harap perwakilan warga ini.

Sementara untuk jalan kata juru bicara warga ini yang menjadi keluhan adalah banjir. "Apabila musim hujan, badan jalan menuju dusun Muara Sako, rawan banjir. Jadi kami berharap persoalan ini agar bisa dicarikan solusinya," tukasnya.

Sementara, itu manajemen PT EMP Bentu, Amru Mahali, pihak perusahaan sangat peduli terhadap warga disikitar opersional. Terkait keinginan masyarakat menginginkan listrik sudah dimulai ketika ada pembicaraan dengan bupati Pelalawan pada tahun 2015 silam.

"Alhamdulillah progres tiang, hingga instalasi sepanjang 4 kilo meter sudah tuntas pada tahun 2017 ini. Hanya saja, waktu awalnya tidak sekaligus mencantum trafo. Sehingga arus belum bisa dialirkan," imbuhnya. 

Namun demikian, tambah Amru, menyusul adanya desakan, warga ini, pihak EMP juga bersedia menyediakan trafo. "Saat ini kita sudah mengusulkan, trafonya, jadi harus melalui proses tender, paling lambat enam bulan bisa terealiasasi.(faj)
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.