• Home
  • Politik
  • Marwan Yohanis: Indonesia Harus Antisipasi Empat Ciri "Bubarnya" suatu negara

Marwan Yohanis: Indonesia Harus Antisipasi Empat Ciri "Bubarnya" suatu negara

Oleh: Dhiana
Minggu, 25 Mar 2018 19:31
Dibaca: 691 kali
BAGIKAN:
Pekanbaru, Liputanriau.com - Anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra Marwan Yohanis angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melalui Pidatonya yang mengutip novel berjudul "Ghost Fleet". 

Pidato Prabowo tersebut ramai dibicarakan dan menjadi kontroversi, soal adanya kajian dari pihak asing yang menyatakan Indonesia tidak akan ada lagi pada 2030.

Menurut Marwan, pernyataan sang Ketum sebagai sikap kewaspadaan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah dan tujuannya ditengah "badai" persoalan yang terjadi. Prediksi itu dianggapnya sebagai warning agar semua elemen bercermin dan berbenah diri. 

"Saya melihat ini sebagai sikap kenegarawanan, sebagai negarawan harus punya pikiran dan pandangan 10, 50, 100 tahun ke depan, dalam mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas," sebutnya. 

"Namun begitu, saya dalam posisi tidak menyikapi pernyataan Bapak Prabowo, tapi mari kita coba menilai dan merasakan terhadap empat ciri sebuah bangsa itu bisa "bubar," sebut Mantan Ketua DPD Gerindra Riau itu. 

Ada empat poin yang disoroti Marwan, yang menjadi indikasi Negara tak dapat berdiri lagi. Yang pertama terjadinya disorientasi para penyelenggara negara, dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. 

Disorientasi dalam bangsa, ditandai ketika arah kebijakan yang dibuat "melenceng" dari koridor meletakkan kepentingan rakyat sebagai landasan membuat kebijakan. Lari dari acuan UUD 45 dan berlandaskan Pancasila. 
      
Yang kedua, terjadi diskomunikasi yang menujukan tidak harmonisnya komunikasi antara penyelenggara negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif). 

 "Jika terjadi diskomunikasi. Maka suatu negara akan ambruk jika didalamnya saling tuding, saling ancam dan tidak terkoordinasi dengan baik," sebutnya. 

Yang ketiga, sebut Marwan, yakni disorganisasi yang menandakan rentannya perpecahan dalam organisasi. Kekalahan dalam memilih pemimpin tidak lagi disikapi secara wajar. Muncul organisasi baru,  organisasi tandingan menjadi parameter kegagalan memahami fungsi kelembagaan yang demokrasi. 

"Ke empat yakni disintegrasi. Jika tiga kondisi diatas sudah terjadi, maka sebuah bangsa, akan sampai kepada disintegrasi dan bangsa itu bisa bubar," sebutnya. 

"Barangkali ini yang perlu kita cermati, perlu disadari oleh penyelenggara negara, para elite. Jika kita ingin mengajak seluruh rakyat ini optimis, para elite harus bangun. Jangan biarkan terjadi empat hal ini dalam pemerintahan. Lakukan orientasi, komunikasi, organisasi dengan baik agar tidak terjadi disintegrasi Bangsa ini, "tuturnya. DHI
  BacaJuga
  • Viral Video Anak-anak Pramuka Teriakan "2019 Ganti Presiden"

    Senin, 15 Okt 2018 16:29

    Liputanriau.com, Surabaya - Video berdurasi 1 menit viral di media sosial beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut, ratusan anggota Pramuka meneriakkan kata-kata "2019 Ganti Presiden".Kata-kata Ga

  • Tuntut Kapolres Kampar Dicopot, Warga Koto Aman Datangi Polda Riau

    Rabu, 12 Sep 2018 18:02

    PEKANBARU - Diduga memihak kepada PT SBAL yang diketahui merampas tanah masyarakat Koto Aman Kampar seluas 1500 hektare lebih, massa tuntut Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta dicopot. Hal ini disampai

  • Sebelum Neno Warisman, Menteri Susi juga Pernah Gunakan Mikrofon Pesawat

    Kamis, 30 Agu 2018 15:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, rupanya bukanlah penumpang pesawat pertama yang diizinkan oleh kru pesawat untuk menggunakan mikrofon pesawat atau Public

  • Lion Air Hukum Pilot dan Awak Kabin yang Izinkan Neno Warisman Pakai Mik Pesawat

    Rabu, 29 Agu 2018 16:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Lion Air akhirnya memberikan sanksi kepada pilot dan kabin kru pesawat JT297 yang melayani rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,

  • Neno Warisman-Ahmad Dhani Mengadu ke DPR soal Penolakan Massa di Pekanbaru dan Surabaya

    Selasa, 28 Agu 2018 18:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Neno Warisman dan Ahmad Dhani, penggerak dan pendukung gerakan #2019GantiPresiden mengadukan nasib yang mereka alami kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Keduanya mengadu se

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.