• Home
  • Politik
  • Pada 31-3-1959, China Kuasai Tibet, Dalai Lama Mengungsi ke India

Pada 31-3-1959, China Kuasai Tibet, Dalai Lama Mengungsi ke India

Jumat, 31 Mar 2017 09:42
Dibaca: 85 kali
BAGIKAN:

JAKARTA - Hari ini 58 tahun silam. Dalai Lama terpaksa mengungsi ke India setelah gara-gara kerusuhan melanda Tibet akibat cengkeraman China.

Lahir di Taktser, China, dengan nama Tensin Gyatso, ia didapuk menjadi Dalai Lama ke-14 pada 1940. Posisi ini membuatnya sebagai pemimpin agama sekaligus politik di Tibet.

Mengutip situs History, perjalanan mengungsi Dalai Lama dilakukan dengan berjalan kaki mulai dari ibu kota Tibet, Lhasa, melintasi pegunungan Himalaya hingga tiba di India.

Ia melakukan perjalanan itu dengan didampingi rombongan sekitar 20 orang, termasuk enam menteri kabinet. India pun membuka tangan lebar-lebar dengan kedatangan Dalai Lama dan rombongan.

India kemudian memberikan suaka kepada Dalai Lama. Sejak saat itu, ia bermukim di Dhramsala, bagian utara India. Aksinya ini diikuti sekitar 80 ribu warga Tibet. Mereka pun pindah ke India, sehingga daerah itu dijuluki "Lhasa Kecil", karena menjadi rumah bagi pemerintahan Tibet di pengungsian.

Pada awal abad ke-20, Tibet menjadi bagian dari wilayah kekuasaan China. Pada 1950, pasukan negara komunis itu menginvasi Tibet. Satu tahun kemudian, sebuah kesepakatan antara warga Tibet dan China disepakati.

Berdasarkan kesepakatan inilah Tibet menjadi sebuah negara yang memiliki wilayah otonomi. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

China sangat mengendalikan pemerintahan Tibet. Warga Tibet yang mempratikkan ajaran Buddha menderita, karena adanya aturan anti-agama.

Ribuan kuil dihancurkan. Hal itu menimbulkan protes dari warga Tibet sehingga mengakibatkan kericuhan. Puncaknya terjadi pada akhir Maret 1959.

Pemerintahan Tibet lalu dibubarkan di bawah UU Darurat Militer. Posisi Dalai Lama digantikan oleh seterunya yang dianggap lebih pro-China, Panchen Lama.

Perjuangan Dalai Lama ternyata didengar dunia internasional. Ia diganjar Nobel Perdamaian pada 1989, karena kampanye antikekerasan untuk mengakhiri dominasi China di Tibet.

Editor: Riki

Sumber: Viva.co.id

  BacaJuga
  • DPRD Pelalawan Sampaikan Pandangan Umum Frkasi

    Jumat, 07 Jul 2017 16:30

    Liputanriau.com,PANGKALANKERINCI- Enam Fraksi DPRD Pelalawan menyampaikan pandangan umum terhadap dua Rencangan Peraturan Daerah (Ranperda) 2017 usulan Pemda Pelalawan pada rapat paripurna, Jumat (7/7

  • DPP Golkar Akhirnya, Tunda Penetapan Calon Gubri 2018

    Rabu, 05 Jul 2017 14:59

    iLiputanriau-PELALAWAN- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) akhirnya, menunda untuk memutuskan penetapan Calon Gubernur Riau (Cagubri) 2018. Penundaan penetapan calon gubernur in

  • Jarang Ngantor, Hanya 'Doyan' Stuban, Ketua Komisi di DPRD Pelalawan Diminta Ingatkan Anggotanya

    Kamis, 30 Mar 2017 07:34

    PANGKALANKERINCI, datariau.com - Sebagian Anggota DPRD Pelalawan akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut menyusul aksi bermalas-malasan sebagian mereka ini dalam mengikuti rapa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.