• Home
  • Politik
  • Terbukti Politik Uang, DS Divonis 3 Tahun Penjara

Terbukti Politik Uang, DS Divonis 3 Tahun Penjara

Selasa, 24 Jul 2018 15:28
Dibaca: 134 kali
BAGIKAN:
Sidang vonis terdakwa money politics di Pengadilan Rengat, Inhu, Riau, Senin (23/7/2018).

Liputanriau.com, Pekanbaru - Seorang pelaku money politics atau politik uang berinisial DS di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

DS menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) kelas IIB Rengat, Inhu, Senin (23/7/2018).

Sidang menghadirkan lima orang saksi, termasuk saksi ahli Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan dan saksi dari universitas.

Dalam persidangan, Ketua majelis hakim Guntoro Eka Sekti menyatakan, DS terbukti melakukan politik uang.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan, terdakwa DS sebelumnya dilaporkan karena bagi-bagi bahan pakaian kepada warga di Desa Sibabat, Siberida, Inhu pada 25 Juni 2018. 

Pembagian bahan baju itu dilakukan DS sehari sebelum pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau, Rabu (26/6/2018), untuk kemenangan salah satu pasangan calon.

"DS terbukti telah melakukan perbuatan money politic mencederai demokratis yang diselenggarakan dengan taat asas, yaitu jujur dan adil dalam Pilkada Riau," ucap Rusidi, Selasa (24/7/2018).

Dia mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 187A ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pilkada. Sehingga dipidana penjara 36 bulan atau 3 tahun dan denda Rp 200 juta.

Rusidi mengatakan, vonis majelis hakim ini lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa DS selama 42 bulan penjara denda Rp 200 juta.

Unsur pasal 187A ayat 1, dinilai hakim sudah terpenuhi terdakwa.

"Unsur perbuatan sengaja melawan hukum, unsur setiap orang, calon peserta pemilu, partai politik dan orang lain terpenuhi," ungkapnya.

"Dalam perkara ini DS sudah diajukan dalam persidangan dalam unsur orang lain dalam pasal tersebut, dan majelis hakim menilai dengan pertimbangan saksi-saksi serta bukti- bukti yang diajukan dalam persidangan," jelas Rusidi.

Dalam amar putusan, kata dia, majelis hakim menyampaikan, kalau pasal 187A terdapat dua ayat dalam dakwaan JPU sudah menguraikan pasal dan ayat tersebut.

Mengenai orang yang memberikan barang dalam dakwaan JPU tidak menguraikan ayat, namun dakwaan tidak mengurangi nilai dan tidak batal demi hukum.

"Terdakwa mengakui sudah memberikan bahan pakaian 25 lembar kepada saksi Siti Latifah dan 25 lembar bahan pakaian kepada saksi Desi Arisanti," kata Rusidi.

Bahan pakaian tersebut bukan alat peraga kampanye, namun materi lainnya sesuai unsur pasal.

Selain dijatuhkan pidana penjara 36 bulan denda Rp 200 juta, terdakwa DS dibebankan membayar biaya perkara Rp 5000 dan potong masa penahanan sejak penahanan 10 Juli lalu.

"Secara pribadi saya turut prihatin kepada terdakwa yang merupakan masyarakat biasa. Tapi kita harus menegakkan aturan ini untuk menciptakan Pilkada Riau yang berintegritas," ungkap Rusidi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas

  BacaJuga
  • Sebelum Neno Warisman, Menteri Susi juga Pernah Gunakan Mikrofon Pesawat

    Kamis, 30 Agu 2018 15:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, rupanya bukanlah penumpang pesawat pertama yang diizinkan oleh kru pesawat untuk menggunakan mikrofon pesawat atau Public

  • Lion Air Hukum Pilot dan Awak Kabin yang Izinkan Neno Warisman Pakai Mik Pesawat

    Rabu, 29 Agu 2018 16:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Lion Air akhirnya memberikan sanksi kepada pilot dan kabin kru pesawat JT297 yang melayani rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,

  • Neno Warisman-Ahmad Dhani Mengadu ke DPR soal Penolakan Massa di Pekanbaru dan Surabaya

    Selasa, 28 Agu 2018 18:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Neno Warisman dan Ahmad Dhani, penggerak dan pendukung gerakan #2019GantiPresiden mengadukan nasib yang mereka alami kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Keduanya mengadu se

  • BIN: Pemulangan Neno Warisman Jalan Terbaik

    Senin, 27 Agu 2018 14:05

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah dalam pemulangan Neno Warisman dari Pekanbaru di deklarasi #2019GantiPresiden menuai pro dan kontra. Apalagi, saat vi

  • Polda Riau Bantah Paksa Neno Warisman Pulang

    Minggu, 26 Agu 2018 02:41

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Aktivis Neno Warisman mengaku dipulangkan paksa oleh aparat setempat dari Pekanbaru, Riau. Polisi memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut."Ndak lah (dipa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.