Muncul Dualisme Batin Sengeri,

Anak Kemenakan Minta Datuk Setia Amanah Pelalawan Turun Tangan

Kamis, 29 Des 2016 11:25
Dibaca: 216 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com-PELALAWAN-Munculnya dualisme Pemangku Adat Petalangan dalam wilayah Pucuk Adat Ulayat Batin Sengeri yang masuk dalam wilayah adat melayu petalangan, saat ini ternyata terus menuai polemik, dengan adanya dua orang tetua adat yang mengaku Batin dalam kawasan perbatinan Sengeri tentunya hal ini sangat membingungkan anak kemanakan dalam kawasan Batin Sengeri.

Adapun dua batin yang mengaku ketua adat dalam kawasan Batin Sengeri tersebut yakni Abu Nawar Bin Ibrahim dan H.Samsari AS, atas timbulnya dua Batin dalam kawasan perbatinan Sengeri ini, anak kemanakan perbatinan Sengeri sangat mengharapkan Datuk Setia Amanah selaku Payung Panji Adat kabupaten Pelalawan bisa secepatnya mengatasi masalah dualisme perbatinan ini.

Perlu diketahui bahwa dalam warkah Batin Sengeri yang diemban oleh Abu Nawar Bin Ibrahim ini telah disahkan oleh anak kemenakan tahun 2013, di warkahi oleh Datuk Engku Raja Lela Putera atas nama Wan Nasrun dari Pemangku Adat Kerajaan Pelalawan serta diketahui oleh Bupati Pelalawan selaku Datuk Setia Amanah Payung Panji Adat Kabupaten Petalangan, HM Harris, kemudian Sultan Pelalawan Assyaidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan, H Tengku Kamaruddin Haroen. 

Begitu pula, dalam warkah Batin Sengeri versi Samsari AS, mengaku telah dikukuhkan oleh Lembaga Adat Petalangan (LAP) pada 27 April 2015, yang dibubuhkan tanda tangan pengurus LAP, Ketua Umun LAP Mukhtarius, S.Pd, M.Pd, Sekretaris Umum LAP, Nasarudin, SH, yang disaksikan dan turut membubuhkan tandatangan, Bupati Pelalawan, HM Harris, Ketua DPRD Pelalawan, Nasarudin, SH, MH,   Camat Pangkalan Kuras, Edwardo, S.Sos dan Pembina Adat Petalangan, Drs M Yunus Syam.

Di tatanan Anak Kemenakan Kawasan Batin Sengeri menimbulkan kebingungan. Pasalnya, di dalam kawasan Pebatinan harus  di jabat oleh seorang Batinâ yang pastinya didukung oleh anak kemanakan pebatinan Sengeri.

Sementara itu, Mahmud,  dalam kawasan Batin Sengeri mengemban gelar Tungkat Batin Sengeri Pengulu Mudo Dundangan, menyebutkan, bahwa dualisme dalam Pebatinan masing-masing pihak saling klaim dengan mengantongi legalitasnya (warkah pengukuhan) dan kalau masalah ini dibiarkan dan tidak diselesaikan maka diprediksi akan semakin meruncing. Akibat kekisruhan ini tentunya  yang merasa dirugikan adalah anak kemenakan. Sebab itu, Mahmud  meminta ketegasan dari Ketua Umum Lembaga Adat Petalangan (LAP) dan Datuk Setia Amanah Pucuk Payung Panji Adat Pelalawan (Bupati/red)  untuk menengahi dan menyelesaikan persoalan ini.

Dengan adanya kedua pihak mengklaim atas Batin Sengeri yang ditandai dengan memegang warkah pengukuhannya. Untuk itu, munculnya  polemik ini diminta ketegasan Pengurus LAP dan Bupati Pelalawan dalam hal ini selaku Payung Panji Adat Kabupaten Pelalawan untuk menyelesaikan polemik dualisme pebatinan ini. Kata Mahmud.

"Walaupun polemik ini penyelesaiannya belum sampai ketingkat Datuk Setia Amanah, setidaknya dari LAP sudah ada surat keputusan soal Batin Sengeri yang dianggap Sah dan harus didukung oleh anak kemanakan, pada hari Selasa kemarin (27/12) LAP memastikan Samsari AS merupakan Batin Sengeri yang Sah, untuk itu warkah yang dikeluarkan oleh Samsari selaku Batin Sengeri harus kita patuhi dan taati, untuk saat ini",terang Mahmud.

Dan pengukuhan Samsari AS sebagai Batin Sengeri, masih kata Mahmud, telah dilalui sesuai susuh galuh, alur patut atau mekanismenya. Berdasarkan kesepakatan anak kemenakan dalam kawasan Pebatinan Sengeri ini, telah memberikan amanat kepada Samsari sebagai Pucuk Adat Ulayat Batin Sengeri.***(faj)
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.