Bahaya Kecanduan Smartphone, Bocah 13 Tahun Masuk Rehabilitasi

Senin, 17 Apr 2017 09:28
Dibaca: 21 kali
BAGIKAN:
CALIFORNIA - Penggunaan gadget seperti smartphone bagi anak-anak memang harus dibatasi. Jika tidak, bisa kecanduan seperti bocah yang satu ini.

Di Amerika Serikat, seorang bocah berusia 13 tahun terpaksa masuk panti rehabilitasi karena sangat ketergantungan dengan smartphone-nya. Kedua orangtuanya pun memboyong sang anak ke panti rehabilitasi Restart Life Centre di wilayah Seattle, Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir The Independent, Senin (17/4/2017), panti rehabilitasi ini memiliki program pemulihan intensif bagi anak-anak dan remaja yang tak bisa lepas dari perangkat elektronik. Tak tanggung-tanggung, program pemulihan anak-anak tersebut bisa berlangsung lebih dari delapan tahun.

Hilarie Cash, pendiri Restart Life Center, mengatakan bahwa sejatinya gadget dapat menghibur pengguna, khususnya anak-anak. Hanya saja, penggunaan gadget secara berlebihan bisa menghilangkan naluri alami dari anak.

"Setiap anak memiliki naluri alami. Mereka seharusnya bisa bergerak, mengeksplorasi, dan berinteraksi sosial lebih dari yang mereka pikir. Cuma, penggunaan gadget membatasinya dan menjadi gap yang besar," kata Cash.

Cash juga mengungkapkan hasil survei terbaru yang dilakukan 1.500 orangtua di Inggris. Survei mencatat, anak berusia 7 tahun ternyata sudah mendapat izin untuk menggunakan smartphone. Setelahnya ada anak berusia 10 tahun yang juga diperkenankan memakai smartphone dan tablet.

Bahkan, berdasarkan laporan Ofcom pada 2016, 64 persen dari anak berusia 12-15 tahun dan 65 persen dari anak-anak di rentang usia tersebut mengatakan bahwa mereka sudah berada dalam screen time, yaitu kondisi di mana selalu memegang smartphone dalam waktu berjam-jam.

Karena itu, Cash mengimbau kepada para orangtua agar selalu membatasi durasi anak-anak mereka saat bermain gadget. Orangtua juga harus membahas dampak buruk dan baik dari penggunaan gadget itu sendiri.

Di saat yang sama, Richard Graham, psikiater dari rumah sakit jiwa Inggris berpendapat, orangtua sudah harus sadar akan risiko dari kecanduan smartphone.

"Kita harus lihat, apa perangkat mereka benar menganggu aktivitas? Apa yang membuat mereka bolos sekolah? Ketika anak-anak tak bisa berhenti main gadget, mereka akan kehilangan kendali," ucapnya.
Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Hukum Berbaring di Masjid dengan Posisi Kaki Selonjor ke Kiblat

    Sabtu, 01 Apr 2017 07:19

    LIPUTANRIAU.COM - Hukum menyelonjorkan kaki atau tidur mengarah ke kiblat adalah boleh. Dengan catatan, selama ka'bah tidak kelihatan. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:Tidur di kas

  • Program Masjid Bersinar PKPU HI Pekanbaru Semakin Luas

    Jumat, 31 Mar 2017 18:22

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Hal baik itu harus disebarkan sehingga meluas, seperti halnya bimbingan belajar "Mesjid Besinar". Dimulai Senin ini "Mesjid Bersinar" melebarkan sayapnya ke keluraha

  • Sudah 10 Hari di RSUD Arifin Ahmad, Riko Warga Inhu yang Menderita Tumor Gusi Belum Dioperasi

    Jumat, 31 Mar 2017 17:57

    LIPUTANRIAU.COM, RENGAT - Cerita tentang penangan kurang maksimal terhadap pasien yang menggunakan kartu BPJS saat berobat di Rumah Sakit Umum di daerah maupun Provinsi Riau bukan cerita bohong atau d

  • Seorang Warga di Baganbatu Rohil Menderita Tumor Otak, Perlu Bantuan

    Sabtu, 18 Mar 2017 06:37

    BAGANBATU - Postingan di media sosial Facebook tentang seorang pria bernama Amat Rujak (34) mengidap Tumor Otak dalam keadaan memprihatinkan, keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Rok

  • Butuh Bantuan, Riko Warga Rengat Inhu Sudah 5 Tahun Mengalami Pembengkakan di Mulut Tidak Bisa Makan

    Jumat, 17 Mar 2017 08:34

    RENGAT - Riko (25) warga Dusun Sei Kemiri RT 01, RW 02 Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Riau, warga kurang mampu ini lebih kurang 5 tahun mengalami sakit diduga tumor pada rah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.