• Home
  • Sosial & Budaya
  • Banyak Warung Maksiat di Kelok Indah Tigabelas Koto Kampar, Ini Kata Bupati

Banyak Warung Maksiat di Kelok Indah Tigabelas Koto Kampar, Ini Kata Bupati

Rabu, 20 Jul 2016 07:32
Dibaca: 232 kali
BAGIKAN:

BANGKINANGKOTA - Bupati Kampar, H Jefry Noer menanggapi serius terkait bermunculan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang berada wilayah Kabupaten Kampar yakni di daerah Kelok Indah Kecamatan XIII Koto Kampar.

“Kabupaten Kampar merupakan serambi mekahnya Provinsi Riau, untuk itu kita tidak menginginkan kehadiran mereka (Pekat) ada di wilayah Kabupaten Kampar,” tegas Jefry Noer kepada wartawan usai makan siang di RM Am Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Selasa, (19/7/2016).

Bupati Kampar menjelaskan, bahwa dalam menindaklanjutinya langkah awal yang akan dilakukan adalah menyerahkan kepada Camat bersama Upika. "Jika Camat bersama Upika tidak mampu mengatasinya maka nanti saya bersama Forkopimda khususnya Sat-Pol PP akan turun dan rumah-rumah mereka yang dipergunakan untuk tempat maksiat serta bangunan yang tidak ada IMB-nya kita minta untuk membongkarnya," ujarnya.

"Namun jika mereka tidak mau membongkarnya secara baik-baik, maka kita turunkan Tim untuk membongkar rumah yang dijadikan tempat maksiat tersebut,” ucap Jefry Noer.

Ketika ditanya tentang adanya pemback-upan lokasi tersebut, Bupati Kampar mengatakan bahwa tidak boleh berpikiran negatif terlebih dahulu dan anggap mereka tidak tahu, namun jika ada yang membacking maka tergantung siapa yang membackingnya.

”Jika yang membackingnya aparat PNS yang di bawah Bupati Kampar pasti akan saya ambil tindakan, jika yang membackingnya kepolisian, kita akan lapor kepada Kapolres termasuk jika dari TNI kita akan lapor kepada atasan masing-masing, namun tidak juga bisa maka kita lapor ke yang lebih tinggi lagi yakni provinsi, tapi saya sangat yakin kapolres saat ini sangat komit jadi kita saja bisa selesai dan tidak perlu sampai ke provinsi,” kata Bupati Kampar.

Bupati Kampar juga mengatakan bahwa nantinya akan melibatkan unsur-unsur ulama dan tokoh masyarakat. ”Karena ini sangat membahayakan generasi muda dan masyarakat,” ujarnya.

Camat XIII Koto Kampar, Amiruddin mengatakan akan melakukan rapat koordinasi bersama dengan Upika yang melibatkan tokoh masyarakat terlebih dan secepatnya akan turun ke lokasi tersebut.

"Kita akan segera melakukan pertemuan dengan Upika untuk mengambil langkah-langkah kongkrit terkait permasalahan ini," tuturnya. (rtc)

  BacaJuga
  • Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Puasa Terakhir Hari Ini

    Jumat, 23 Jun 2017 16:04

    Liputanriau.com, Padang - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan ibadah puasa terakhir di bulan Ramadhan 1438 Hijriah pada Jumat (23/6/2017).Salah satu jemaah di Kec

  • Hari Ini Jamaah Naqsabandiyah Sudah Mulai Puasa

    Kamis, 25 Mei 2017 12:51

    Liputanriau.com, Padang - Jamaah pengikut tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai menjalankan puasa Ramadan, Kamis (25/5/2017)."Tidak ada yang berbeda dari tata cara puasa kebanyak

  • Rumah Makan di Rohil Boleh Buka Selama Ramadhan

    Rabu, 24 Mei 2017 15:56

    Liputanriau.com, Bagansiapiapi - Kebijakan yang hampir sama dari tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Rokan Hilir memperbolehkan pemilik/pengelola rumah makan/warung membuka usahanya seperti biasa dengan ti

  • Mengajarkan Anak Puasa Pertama

    Selasa, 23 Mei 2017 13:42

    Liputanriau.com - Anak berusia empat atau lima tahun sebenarnya sudah mulai bisa diajarkan untuk berpuasa. Ada beberapa hal yang perlu diketahui orangtua saat mengajarkan anak puasa pertamanya ini.&nb

  • Naqsabandiyah Tetapkan Awal Ramadan pada 25 Mei 2017

    Selasa, 23 Mei 2017 13:30

    Liputanriau.com, Padang - Pengurus Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan awal Ramadan 1438 Hijriyah pada Kamis 25 Mei 2017 dan shalat tarawihnya sehari sebelumnya."Penetapan awal Ra

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.