Begini Dampak Vaksin Palsu Terhadap Anak

Rabu, 20 Jul 2016 07:55
Dibaca: 144 kali
BAGIKAN:
Illustrasi

JAKARTA - Dr Hindra Irawan, Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan efeknya dapat berupa "nyeri atau kemerahan di seputar tempat suntikan" namun "kerugian terbesar (anak yang mendapat vaksin palsu) adalah tak mendapatkan kekebalan dan rentan terhadap penyakit."

Vaksin palsu yang diangkat dalam beberapa minggu terakhir ini adalah produk impor untuk vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) dan Hepatitis B, kata dr. Hindra.

Vaksin DPT biasanya diberikan pada bayi berusia dua bulan dan Hepatisis B sejak lahir, tambahnya.

"Kerugian yang terbesar adalah tak dapat kekebalan seperti yang diharapkan dan dia rentan terhadap penyakit. Kalau ada (efek) mungkin gejala di tempat suntikan, reaksi kemerahan atau nyeri atau demam yang biasanya berakhir kurang dari beberapa hari," kata dr Hindra.

"(Vaksin palsu ini) adalah produk impor, dan yang dipalsukan adalah yang harganya relatif lebih mahal dengan teknologi sedemikian rupa yang efek demamnya minimal, dan diminati oleh orang tua yang mampu dan harganya ratusan ribu. Saat terjadi kelangkaan, inilah momen yang dipakai orang jahat untuk memproduksi yang palsu. Tapi vaksin ini bukan di puskesmas atau rumah sakit pemerintah, kebanyakan di rumah sakit swasta."

"Bila terjadi secara masif, bisa terjadi outbreak (wabah) DPT, tapi angkanya tak menunjukkan lonjakan."

Sejauh ini belum ada lonjakan penyakit DPT, menyusul kasus vaksin palsu, kata dr Hindra. Kenapa baru sekarang terungkap?

"Pengakuan dari salah satu kelompok adalah 13 tahun lalu, namun belum ada konfirmasi atau bukti bahwa semua dari empat kelompok secara bersama-sama mulai 13 tahun lalu. Ada yang mulai disebar pada 2014, ada yang 2015 dan ada yang 2016."

"Investigasi dimulai saat polisi menemukan kesenjagan harga di pasar dan diambil tindakan investigasi. Vaksin dengan harga yang lebih rendah ternyata tak sesuai dengan label dan bukan berisi vaksin."

Bagaimana bisa mengetahui korban vaksin palsu?

"Sangat sulit menentukannya kecuali yang melakukan penyuntikan mengaku dan yang bersangkutan meminta datanya dan kemudian melakukan vaksinasi ulang. Dari penampilan (vaksin) tak mudah diketahui. Yang bisa memberi keterangan yang beri vaksinasi tersebut atau ditelusuri apakah yang memberi vaksin sesuai pembelian."

Apa vaksinisasi ulang itu tidak berbahaya?

"Yang ragu-ragu (sebaliknya) kembali ke rumah sakit untuk vaksinasi ulang dan periksa. Tidak ada istilah vaksinasi terlambat. Asal sehat, vaksin bisa diberikan."

"Kalau sudah divaksin lagi, anak akan lebih kebal dan lebih tinggi antibodi dalam darah." (bbc)

  BacaJuga
  • Hukum Berbaring di Masjid dengan Posisi Kaki Selonjor ke Kiblat

    Sabtu, 01 Apr 2017 07:19

    LIPUTANRIAU.COM - Hukum menyelonjorkan kaki atau tidur mengarah ke kiblat adalah boleh. Dengan catatan, selama ka'bah tidak kelihatan. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:Tidur di kas

  • Dana Kurang, Masjid Al-Aziim Batu Ampar Kerinci Terbengkalai

    Jumat, 31 Mar 2017 18:07

    LIPUTANRIAU.COM, KERINCI KOTA - Pembangunan Masjid Al-Aziim yang beralamat di Jalan Batu Ampar RT 03 RW 05 di Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan masih

  • Tujuh Tempat Wisata Bersejarah di Pekanbaru yang Wajib Dikunjungi

    Selasa, 27 Sep 2016 18:06

    Sebagai Ibukota Provinsi Riau, Budaya Melayu sangat kental di Pekanbaru. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat banyak perempuan memakai baju kurung sepanjang lutut khas Melayu. Kota ini juga dikenal s

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.