Bikin Situs, Muslimah Cantik AS Buktikan Umat Islam Kutuk Terorisme

Selasa, 28 Mar 2017 15:25
Dibaca: 39 kali
BAGIKAN:
sindonews.com
LIPUTANRIAU.COM, COLORADO - Muslimah cantik di Amerika Serikat (AS) ini bernama Heraa Hashmi, 19. Dengan membuat situs pembelaan Islam, mahasiswi University of Colorado ini berjuang untuk membuktikan bahwa umat Islam mengutuk terorisme.

Perjuangan pembuktian yang didukung para pengguna media sosial ini bermula dari diskusinya dengan teman kelas saat kuliah sejarah. Diskusi itu semestinya membahas Perang Salib. Namun, mahasiswa di sampingnya menyinggung aksi terorisme yang dianggap identik dilakukan warga Muslim.

"Tak semua Muslim adalah teroris, tapi semua teroris adalah Muslim," kata teman sekelas Hashmi. Komentar itu membuat Hashmi terkejut. Belum cukup, teman sekelasnya mengeluh bahwa umat Muslim tidak cukup untuk berdiri melawan terorisme.

Hashmi bingung dengan analisis temannya, yang terus-menerus mencela kekejaman seolah-olah diatasnamakan Islam. Analisis itu membuatnya berpikir untuk melakukan pembuktian.

Muslimah cantik itu lantas memutuskan menempatkan gagasan untuk menguji analisis tersebut. Dia menggunakan spreadsheet Google, di mana dia merilis "daftar 712 halaman Muslim mengutuk terorisme". Daftar itu kemudian dia unggah ke Twitter.

"Saya ingin menunjukkan kepada orang betapa lemahnya argumen (bahwa umat Islam tidak peduli tentang terorisme)," katanya.

Upayanya mendapat respons luar biasa. Dalam waktu 24 jam, tweet Hashmi ini telah retweeted 15.000 kali. Beberapa follower-nya menawarkan diri untuk membantunya mengubah spreadsheet ke dalam website interaktif. 

Dalam waktu seminggu setelah dia menuliskan tweet tersebut, situs muslimscondemn.comlahir.

Proyek Hashmi ini tidak hanya dirancang untuk membuktikan bahwa umat Islam selalu mengutuk terorisme. Dia juga ingin menunjukkan betapa konyolnya jika umat Islam selalu diharapkan untuk minta maaf untuk aksi teroris yang mengatasnamakan Islam. 

"Untuk standar yang berbeda dari kelompok minoritas lainnya; 1,6 miliar orang diperkirakan akan meminta maaf dan mengutuk (terorisme) atas nama beberapa lusin orang gila. Tidak masuk akal," katanya, seperti dikutip dari Guardian, Selasa (28/3/2017).

"Saya tidak melihat KKK atau Gereja Baptis Westboro atau Tentara Perlawanan Tuhan sebagai representasi akurat dari agama Kristen. Saya tahu bahwa mereka berada di pinggiran. Jadi itu akan sangat frustasi jika harus membela diri dan harus meminta maaf atas nama beberapa orang gila," katanya membandingkan kelompok lain yang melakukan terorisme dengan mengatasnamakan Kristen. 
Editor: Riki

Sumber: Sindonews.com

  BacaJuga
  • Hukum Berbaring di Masjid dengan Posisi Kaki Selonjor ke Kiblat

    Sabtu, 01 Apr 2017 07:19

    LIPUTANRIAU.COM - Hukum menyelonjorkan kaki atau tidur mengarah ke kiblat adalah boleh. Dengan catatan, selama ka'bah tidak kelihatan. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:Tidur di kas

  • Program Masjid Bersinar PKPU HI Pekanbaru Semakin Luas

    Jumat, 31 Mar 2017 18:22

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Hal baik itu harus disebarkan sehingga meluas, seperti halnya bimbingan belajar "Mesjid Besinar". Dimulai Senin ini "Mesjid Bersinar" melebarkan sayapnya ke keluraha

  • Sudah 10 Hari di RSUD Arifin Ahmad, Riko Warga Inhu yang Menderita Tumor Gusi Belum Dioperasi

    Jumat, 31 Mar 2017 17:57

    LIPUTANRIAU.COM, RENGAT - Cerita tentang penangan kurang maksimal terhadap pasien yang menggunakan kartu BPJS saat berobat di Rumah Sakit Umum di daerah maupun Provinsi Riau bukan cerita bohong atau d

  • Seorang Warga di Baganbatu Rohil Menderita Tumor Otak, Perlu Bantuan

    Sabtu, 18 Mar 2017 06:37

    BAGANBATU - Postingan di media sosial Facebook tentang seorang pria bernama Amat Rujak (34) mengidap Tumor Otak dalam keadaan memprihatinkan, keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Rok

  • Butuh Bantuan, Riko Warga Rengat Inhu Sudah 5 Tahun Mengalami Pembengkakan di Mulut Tidak Bisa Makan

    Jumat, 17 Mar 2017 08:34

    RENGAT - Riko (25) warga Dusun Sei Kemiri RT 01, RW 02 Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Riau, warga kurang mampu ini lebih kurang 5 tahun mengalami sakit diduga tumor pada rah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.