Bikin Situs, Muslimah Cantik AS Buktikan Umat Islam Kutuk Terorisme

Selasa, 28 Mar 2017 15:25
Dibaca: 62 kali
BAGIKAN:
sindonews.com
LIPUTANRIAU.COM, COLORADO - Muslimah cantik di Amerika Serikat (AS) ini bernama Heraa Hashmi, 19. Dengan membuat situs pembelaan Islam, mahasiswi University of Colorado ini berjuang untuk membuktikan bahwa umat Islam mengutuk terorisme.

Perjuangan pembuktian yang didukung para pengguna media sosial ini bermula dari diskusinya dengan teman kelas saat kuliah sejarah. Diskusi itu semestinya membahas Perang Salib. Namun, mahasiswa di sampingnya menyinggung aksi terorisme yang dianggap identik dilakukan warga Muslim.

"Tak semua Muslim adalah teroris, tapi semua teroris adalah Muslim," kata teman sekelas Hashmi. Komentar itu membuat Hashmi terkejut. Belum cukup, teman sekelasnya mengeluh bahwa umat Muslim tidak cukup untuk berdiri melawan terorisme.

Hashmi bingung dengan analisis temannya, yang terus-menerus mencela kekejaman seolah-olah diatasnamakan Islam. Analisis itu membuatnya berpikir untuk melakukan pembuktian.

Muslimah cantik itu lantas memutuskan menempatkan gagasan untuk menguji analisis tersebut. Dia menggunakan spreadsheet Google, di mana dia merilis "daftar 712 halaman Muslim mengutuk terorisme". Daftar itu kemudian dia unggah ke Twitter.

"Saya ingin menunjukkan kepada orang betapa lemahnya argumen (bahwa umat Islam tidak peduli tentang terorisme)," katanya.

Upayanya mendapat respons luar biasa. Dalam waktu 24 jam, tweet Hashmi ini telah retweeted 15.000 kali. Beberapa follower-nya menawarkan diri untuk membantunya mengubah spreadsheet ke dalam website interaktif. 

Dalam waktu seminggu setelah dia menuliskan tweet tersebut, situs muslimscondemn.comlahir.

Proyek Hashmi ini tidak hanya dirancang untuk membuktikan bahwa umat Islam selalu mengutuk terorisme. Dia juga ingin menunjukkan betapa konyolnya jika umat Islam selalu diharapkan untuk minta maaf untuk aksi teroris yang mengatasnamakan Islam. 

"Untuk standar yang berbeda dari kelompok minoritas lainnya; 1,6 miliar orang diperkirakan akan meminta maaf dan mengutuk (terorisme) atas nama beberapa lusin orang gila. Tidak masuk akal," katanya, seperti dikutip dari Guardian, Selasa (28/3/2017).

"Saya tidak melihat KKK atau Gereja Baptis Westboro atau Tentara Perlawanan Tuhan sebagai representasi akurat dari agama Kristen. Saya tahu bahwa mereka berada di pinggiran. Jadi itu akan sangat frustasi jika harus membela diri dan harus meminta maaf atas nama beberapa orang gila," katanya membandingkan kelompok lain yang melakukan terorisme dengan mengatasnamakan Kristen. 
Editor: Riki

Sumber: Sindonews.com

  BacaJuga
  • Gebyar Dirgantara 2017 Diawali Lomba Mewarnai di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

    Sabtu, 29 Apr 2017 11:58

    PEKANBARU - Gebyar Dirgantara yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) mulai dipadati ribuan warga yang ingin langsung menyaksikan atraksi pesawat tempur F-16 dan Hawk 100/200 serta pameran perala

  • Masyarakat Diajak Saksikan Atraksi Pesawat dan Naik Helikopter

    Sabtu, 29 Apr 2017 11:54

    PEKANBARU - Dalam rangka memperingati hari Gebyar Dirgantara, Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) menggelar atraksi pesawat tempur berupa simulasi penyerangan dan pengeboman, hari ini Sabtu (29/4/2017). Ada

  • Panglima TNI Tinjau Fasilitas Militer di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

    Kamis, 27 Apr 2017 10:30

    PEKANBARU - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kunjungi Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) untuk meninjau beberapa fasilitas militer termasuk dua skadron 12 dan 16 yang kawasan militer TNI -AU tersebut.

  • Pemkab Rohul Gelar Simulasi Kesiagaan Menghadapi Bencana Alam Dihadiri Danramil 02 Rambah

    Rabu, 26 Apr 2017 21:33

    ROKAN HULU - Tim gabungan Pemkab Rokan Hulu (Rohul) mengelar simulasi penanganan bencana gempa dan kebakaran di Pasar Modern Pasir Pengaraian, Rabu (26/4/2017). Simulasi ini sebagai bentuk kesiapsiaga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.