Para Pengikut Aboge Baru Mulai Puasa Hari Ini

Minggu, 28 Mei 2017 12:59
Dibaca: 157 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Probolinggo - Jemaah Aboge di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melakukan ibadah puasa sejak hari ini, Minggu (28/5/2017). Para pengikut Aboge memang selalu lambat sehari atau dua hari baik puasa maupun Idul Fitri dari yang ditetapkan pemerintah.

Aboge sendiri singkatan dari Alif Rabo Wage. Mereka berpedoman pada perhitungan berdasarkan gabungan perhitungan dalam satu windu dengan jumlah hari berdasarkan perhitungan Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing.

Mengapa Aboge selalu berbeda dengan pemerintah?

Menurut tokoh Aboge Buri Bariyah, tahun Jawa yang jadi pedoman Aboge adalah perhitungan tahun berputar selama kurun delapan tahun (windu). Yakni, Alif Rabo Wage (Aboge), disusul Ha' Akad Pon (Hakadpon), Jim Awal Jumat Pon (Jimatpon), Za' Selasa Pahing (Zasahing), Dal Sabtu Legi (Daltugi), Ba' Kamis Legi (Bamisgi), Wawu Senin Kliwon (Waninwon), dan Jim Akhir Jumat Wage (Jimatge).

Permulaan bulan (tanggal 1) dihitung sesuai patokan kurun waktu 8 tahun itu. Tahun ini 1 Suro (1 Suro) bertepatan dengan Tahun Zasahing (Tahun Za' Selasa Pahing). Patron ini digunakan untuk menentukan perhitungan lain seperti awal puasa, lebaran (Idul Fitri) dan Idul Adha).

"Dalam menentukan 1 Ramadan 1438 Hijriyah, Aboge menggunakan rumus Don-Nem-Ro (Romadon-Enem-Loro): Romadon-Enem (Hari)-Loro (Pasaran), yang dihitung dari Selasa Pahing. Sehingga 1 Ramadhan tahun ini (2017) versi Aboge jatuh pada Minggu Pon (28Mei). Warga Aboge mulai salat tarawih Sabtu Pahing (27 Mei 2017) malam," kata Buri di Desa Leces, Kecamatan Leces, Minggu (28/5/2027).

1 Syawal dengan rumus Wal-Ji-Ro (Syawal-Siji-Loro), 1 Syawal jatuh pada Selasa Pon (27 Juni 2017). 10 Dzulhijah dengan rumus Sar-Pat-Ji (Besar-Papat-Siji), 1 Besar (Dzulhijah) jatuh pada Jumat Pahing (25 Agustus 2017 ), sehingga 10 Besar jatuh pada Minggu Legi (3 September 2017). 

Aliran Aboge memiliki 800 jemaah, dan tersebar di 10 Desa 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Dringu, Leces, Bantaran, dan Tegal Siwalan. Mereka menjalankan Aboge karena warisan nenek moyang.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.