• Home
  • Sosial & Budaya
  • Pria di Kampar Ini Sehari-hari Bergelut dengan 2 Ekor Ular Kobra Besar bikin Merinding Netizen

Pria di Kampar Ini Sehari-hari Bergelut dengan 2 Ekor Ular Kobra Besar bikin Merinding Netizen

Senin, 03 Apr 2017 07:18
Dibaca: 54 kali
BAGIKAN:

LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Beberapa hari belakangan laman media sosial dihebohkan dengan adanya seorang pria di Kabupaten Kampar Riau, kesehariannya bermain dengan 2 ekor binatang buas ular jenis kobra ukuran besar.

Dia diketahui pawang ular bernama Ice Habibi berumur 27 tahun, bermukim di Desa Mentulik, Kabupaten Kampar. Dari beberapa gambar dan video yang diunggah di media sosial, tampak Ice begitu akrab dengan temannya itu, yakni 2 ekor ular kobra ukuran besar. Ihh ngeri...

Dikutip tribunnews.com, di tangan Ice yang biasa bertelanjang dada ini, hewan melata tersebut tampak tidak berkutik. Mengikuti semua perintah dan keinginan Ice. Setiap yang melihat aksi Ice bergidik ngeri. Bagaimana tidak, ular berbisa itu dikenal sebagai binatang berbahaya dan bisa membunuh gajah dewasa.

Ice memang dikenal sebagai pawang ular. Sudah seminggu belakangan ini aksinya dipertontonkan kepada warga sekitar. Aksi yang membuat bulu roma berdiri karena dua ular yang digenggamannya terlihat begitu besar.

Roni, teman sepermainan Ice, Jum'at (31/3/2017) menceritakan bahwa sudah menjadi kebiasaan Ice menangkap ular. Ice juga disebutnya sudah kebal pada racun ular. "Sudah pernah digigit kobra. Tapi tidak berdampak buruk. Hanya pernah demam saja. Setelah itu kembali sembuh," cerita Roni.

Anak yang Pendiam

Ice dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Itu karena latar belakang pendidikannya. Itu pula yang menjadikan Ice janrang berinteraksi dengan warga sekitar.

"Tapi dengan saya dia mau berbicara. Dia memang suka memainkan ular. Sejak seminggu ini mulai banyak dilihat warga," ujar Roni.

Pria asal Desa Mentulik, Sungai Pagar, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar itu terlihat santai dan tanpa takut memegangi dua ekor ular paling mematikan didunia itu. (Facebook/M Iral Septiadi)

Dua ular king kobra itu dikandangkan di halaman depan rumah Ice. Setiap sorenya jika tidak ada pekerjaan, Ice akan bermain-main dengan ular tersebut.

"Kadang warga sekitar meletakkan mangkuk sekedar pancingan bagi warga yang ingin memberikan sedikit rezeki," papar Roni.

Roni turut mengunggah foto-foto aksi Ice lewat media sosial facebook. Pria asal Desa Mentulik, Sungai Pagar, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar itu terlihat santai dan tanpa takut memegangi dua ekor ular paling mematikan di dunia itu.

Editor: Riki

Sumber: Tribun

  BacaJuga
  • Hukum Berbaring di Masjid dengan Posisi Kaki Selonjor ke Kiblat

    Sabtu, 01 Apr 2017 07:19

    LIPUTANRIAU.COM - Hukum menyelonjorkan kaki atau tidur mengarah ke kiblat adalah boleh. Dengan catatan, selama ka'bah tidak kelihatan. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:Tidur di kas

  • Program Masjid Bersinar PKPU HI Pekanbaru Semakin Luas

    Jumat, 31 Mar 2017 18:22

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Hal baik itu harus disebarkan sehingga meluas, seperti halnya bimbingan belajar "Mesjid Besinar". Dimulai Senin ini "Mesjid Bersinar" melebarkan sayapnya ke keluraha

  • Sudah 10 Hari di RSUD Arifin Ahmad, Riko Warga Inhu yang Menderita Tumor Gusi Belum Dioperasi

    Jumat, 31 Mar 2017 17:57

    LIPUTANRIAU.COM, RENGAT - Cerita tentang penangan kurang maksimal terhadap pasien yang menggunakan kartu BPJS saat berobat di Rumah Sakit Umum di daerah maupun Provinsi Riau bukan cerita bohong atau d

  • Seorang Warga di Baganbatu Rohil Menderita Tumor Otak, Perlu Bantuan

    Sabtu, 18 Mar 2017 06:37

    BAGANBATU - Postingan di media sosial Facebook tentang seorang pria bernama Amat Rujak (34) mengidap Tumor Otak dalam keadaan memprihatinkan, keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Rok

  • Butuh Bantuan, Riko Warga Rengat Inhu Sudah 5 Tahun Mengalami Pembengkakan di Mulut Tidak Bisa Makan

    Jumat, 17 Mar 2017 08:34

    RENGAT - Riko (25) warga Dusun Sei Kemiri RT 01, RW 02 Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Riau, warga kurang mampu ini lebih kurang 5 tahun mengalami sakit diduga tumor pada rah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.