Wabup Meranti Tinjau Proyek Infrastruktur Kecamatan Pulau Merbau

Kamis, 27 Okt 2016 17:49
Dibaca: 202 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com-SELATPANJANG-Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim didampingi Anggota DPRD Meranti Edi Masyudi dan rombongan, melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pembangunan di Kecamatan Pulau Merbau, dalam kegiatan itu Wabup ingin memastikan kegiatan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, Kamis (26/10).
Turut mendampingi Wakil Bupati, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa (BPMPD) Ikwani, Camat Pulau Merbau Husni Kamal, S.Pdi,
anggota DPRD Meranti Edi Masyudi, Kabag Humas Sekdakab. Meranti Elfandi,
Kepala Desa setempat, tokoh masyarakat/ulama/adat, KPA/PPTK dan Konsultan,
Inspektorat, rombongan serta unsur Kecamatan/Desa.

Dijelaskan Wabup Maksut kedatangan dirinya dalam rangka meninjau proyek
yang ada di Kecamatan Pulau Merbau, sekaligus bertatap muka dengan
masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi penting khususnya dibidang
infrastruktur.

"Kita ingin lihat apakah progres dan kwalitas yang dikerjakan sudah sesuai
dengan perencanaan atau tidak, kita inginkan proyek yang dibagun dapat
bertahan hingga 10 tahun, jika dalam 2-3 tahun sudah hancur akan kita
pertanyakan dimana salahnya, apakah pada pelaksanaan atau perencanaan,"
jelas Wabup.

Pulau Merbau yang baru terbentuk 4 tahun diawal Meranti jadi Kabupaten,
menurut Wabup, perlu mendapat perhatian agar dapat menggesa pembangunan
agar sejajar dengan Kecamatan  lainnya.

Agar hal itu terwujud, dikatakan Wabup, diperlukan aparatur pemerintah yang
peduli terhadap masyarakat, bukan hanya bisa menghabiskan uang negara.
"Yang kita mau, makin banyak aparat, makin banyak membina masyarakat, bukan
hanya bisa menghabiskan uang, untuk itu saya minta khususnya Camat wajib
tinggal bersama keluarga disini agar bisa berdialog siang malam dengan
masyarakat. Jika tidak..., bagaimana bisa membina masyarakat, kadang
masalah tidak ada, tapi karena komunikasi kurang, masyarakat jadi kecewa
dan timbul masalah," papar Wabup.

Pada kesempatan itu Wabup juga menanggapi permintaan dari Camat untuk
memfasilitasi pertemuan dengan para kepala SKPD di Kabupaten, tujuannya,
agar setiap Kecamatan dapat mengekspos segala hal yang sifatnya urgen untuk
diprogramkan. Mendengar masukan itu Wabup mengaku sependapat, mnurutnya
jika perlu pimpinan SKPD turun langsung kedesa, jangan hanya bisa duduk
dibelakang meja.

"Jika perlu Kepala Dinas datang kedesa, jangan hanya bisa menyusun program
diatas meja, alhasil apa yang diprogramkan tidak sesuai dengan apa
keinginan masyarakat dan situasi disana, pimpinan memberikan jabatan itu
bukan untuk duduk di kabupaten dan jalan-jalan menggunakan APBD," ujarnya.

Selain itu Wabup juga menampung permintaan dari Forum Kepala Desa Semukut,
menurutnya sebagai ibu Kota Kecamatan harusnya memiliki pintu masuk yang
berkesan, untuk itu ia meminta dukungan pembangunan pintu masuk Kecamatan
yang menarik. Permintaan lainnya meminta dukungan segera difungsikannya
Kempang yang merupakan program dari Dinas Perhubungan yang karena sesuatu
hal belum dapat difungsikan. Dan yang tak kalah pentingw dukungan
pembangunan Kantor Kecamatan yang representatif.

Dalam peninjauannya Wabup menyayangkan jumlah masyarakat miskin di
Kecamatan Pulau Merbau yang hampir mencapai 50 persen dari 5000-an jiwa. Ia
berharap pejabat terkait di Kabupaten dapat lebih peduli dengan kondisi
ini, hingga bisa menekan kemiskinan yang terjadi.

"Saya kira tidak ada alasan bagi pejabat di Meranti pergi berjalan jalan
dan menbiarkan masyarakat miskin, saya akan cek, apakah semua dinas punya
data kongkrit sesuai tupoksinya, misal dinas pendidikan berapa jumlah ruang
belar, guru, jumlah sekolah layak dan tidak layak begitu juga dinas sosial
berapa jumlah masyarakat miskin dan apa penyebab terjadinya kemiskinan,
saya tidak mau apa yang dikerjakan hanya sekedar proyek saja, SKPD harus
bisa mengkajinya," terang Wabup.

"Rasa tangung jawab inilah yang diperlukan," pungkasnya.

Wabup berjanji kepada masyarakat Desa jika ada aparat di Meranti yang
kurang perhatian, maka dirinya akan melakukan pembinaan agar lebih peka
lagi terhadap masyarakat.  "jika tak juga mengerti buat apa kita pakai,
banyak  lagi yang mau bekerja," paparnya.

Diakhir pidatonya Wabup H. Sad Hasyim mengingatkan kepada aparatur
pemerintan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, untuk tidak
melakukan pungutan liar (Pungli). "Pegawai Kecamatan disini jangan
main-main dengan pungli, dengan alasan biaya blanko dan lainya, bisa
berhadapan dengan hukum," ujar Wabup mencontohkan kejadian di Disduk Capil
Batam dimana pegawainya terpaksa diproses hukum karena kedapatan melakukan
pungli.

Adapun proyek yang sempat ditinjau Wakil Bupati dan rombongan diantaranya
proyek pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas
Pembantu dan jaringanya dana Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintan
Provinsi Riau sebesar 236 juta yang berada di Desa Semukut. Dari hasil
konsultasi dengan Konsultan lapangan diketahui pengerjaan sudah berjalan
dua bulan dengan progres pembangunan telah mencapai 80 persen.

Selanjutnya meninjau proyek peningkatan jalan Teluk Ketapang-Semukut
sepanjang 2 KM yang dibangun menggunakan APBD Meranti sebesar 2.8 Miliar
lebih.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur Wabup juga berkesempatan singgah
dikediaman Hafiz 30 Juz, Lailanur Hasanah di Pondok Pesantren Nurul Iman
Semukut, disitu dari keterangan Lailanul Hasanah membina 70 santri. Wabup
berharap kepada Lailanur Hasanah dapat melahirkan Hafiz-hafiz baru yang
mampu mengharumkan nama Meranti di ajang MTQ Nasional. Lailanul sendiri
merupakan Hafiz kebanggaan Meranti yang berkali-kali mengharumkan nama
negeri Sagu ditingkat Nasional, terakhir meraih peringkat 2 pada MTQ
Nasional beberapa tahun silam. "Sekarang Meranti tengah membina 300 calon
Hafiz yang tersebar dibeberapa desa seperti Tanjung Motong, Tj. Samak,
Pulau Topang dan di Semukut sendiri, kita harapkan disini dapat melahirkan
Hafiz 30 Juz yang mampu mengharumkan nama Meranti," harapnya.

Selain itu juga meninjau MI. Hidayatul Mubtadin Semukut yang cukup
memprihatinkan ia berharap nantinya dapat dilakukan renovasi agar lebih
representatif. Peninjauan juga dilakukan Kantor Desa Padang Kamal yang
sangat representatif dan berdialog dengan para pegawai seraya berpesan
untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Proyek selanjutnya yakni peningkatan jalan Semukup-Blokop sepanjang 640
Meter, dengan anggaran sebesar 700 juta lebih dari dana Bantuan Keuangan
Provinsi Riau, progres proyek tersebut seperti dikatakan Heri selaku
pengawas lapangan sudah mencapai 25 persen.

Proyek lainnya yang mendapat peninjauan pembangunan Tanggul pemecah
gelombang sepanjang 300 M di Desa Centai dari dana APBD Provinsi Riau. Dan
Cetak Sawah Baru di Desa Tanjung Bunga seluas 25 Ha dari Kementerian
Pertanian.

Selanjutnya peningkatan jalan Setia Indra di Desa Tanjung Bunga 1.3 KM
Bankeu Provinsi Riau sebesar 1.5 M lebih, sejauh ini progres baru mencapai
20 persen.

Proyek lainnya yakni Peningkatan Jalan Renak Dungun Batang Meranti sumber
dana APBD Kabupaten Meranti sebesar hampir 400 Juta rupiah di Kecamatan
Pulau Merbau.

Terakhir proyek pembangunan ruang majelis guru SDN 52 Batang Meranti
Kecamatan Pulau Merbau sebesar 211 juta lebih dari anggaran Keuangan
Pemerintah Provinsi Riau dan Pembangunan RKB SDN 52 Batang Meranti dengan
nilai kontrak mendekati 2 Miliar yang berasal dari bantuan Keuangan
Pemerintah Provinsi Riau. Dilokasi ini Wabup sedikit menyesalkan tidak
adanya pihak Dinas Pendidikan Meranti yang mengawasi.

Wabup sedikit menyesalkan saat peninjaua tidak menemui Kontraktor dan pihak
Konsultan dilokasi proyek, kekesalan itu bukannya tidak beralasan sebab apa
yang diharapkan yakni informasi yang jelas dan konkrit sebagai bahan
evaliasi tidak didapatkannya. "Saya minta jika ada peninjauan kontraktor
ada ditempat jadi saya bisa mendapatkan informasi yang jelas," pesanya
kepada pengawas lapangan.

Meski menemukan sedikit masalah, namun secara keseluruhan dari monitoring
yang dilakukan Wabup, sebagian besar proyek telah dikerjakan dengan baik,
hal itu diperkuat oleh penjelasan dari konsultan dan kontraktor dilapangan
yang mengaku mampu mengerjakan sesuai rencana dan kontrak.

Sekedar informasi, Wabup juga berksempatan meninjau Objek Wisata Pantai
Beting Beras di Desa Kuala Merbau yang terkenal dengan Ivent Jung Titis
atau Sampan Layar serta layang-layang Pantai. "Selanjutnya akan digelar
Voly pantai dan lainya," ujar Tokoh Pemuda Ricky. (Rilis Humas Meranti)
Turut mendampingi Wakil Bupati, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa (BPMPD) Ikwani, Camat Pulau Merbau Husni Kamal, S.Pdi,
anggota DPRD Meranti Edi Masyudi, Kabag Humas Sekdakab. Meranti Elfandi,
Kepala Desa setempat, tokoh masyarakat/ulama/adat, KPA/PPTK dan Konsultan,
Inspektorat, rombongan serta unsur Kecamatan/Desa.

Dijelaskan Wabup Maksut kedatangan dirinya dalam rangka meninjau proyek
yang ada di Kecamatan Pulau Merbau, sekaligus bertatap muka dengan
masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi penting khususnya dibidang
infrastruktur.

"Kita ingin lihat apakah progres dan kwalitas yang dikerjakan sudah sesuai
dengan perencanaan atau tidak, kita inginkan proyek yang dibagun dapat
bertahan hingga 10 tahun, jika dalam 2-3 tahun sudah hancur akan kita
pertanyakan dimana salahnya, apakah pada pelaksanaan atau perencanaan,"
jelas Wabup.

Pulau Merbau yang baru terbentuk 4 tahun diawal Meranti jadi Kabupaten,
menurut Wabup, perlu mendapat perhatian agar dapat menggesa pembangunan
agar sejajar dengan Kecamatan  lainnya.

Agar hal itu terwujud, dikatakan Wabup, diperlukan aparatur pemerintah yang
peduli terhadap masyarakat, bukan hanya bisa menghabiskan uang negara.
"Yang kita mau, makin banyak aparat, makin banyak membina masyarakat, bukan
hanya bisa menghabiskan uang, untuk itu saya minta khususnya Camat wajib
tinggal bersama keluarga disini agar bisa berdialog siang malam dengan
masyarakat. Jika tidak..., bagaimana bisa membina masyarakat, kadang
masalah tidak ada, tapi karena komunikasi kurang, masyarakat jadi kecewa
dan timbul masalah," papar Wabup.

Pada kesempatan itu Wabup juga menanggapi permintaan dari Camat untuk
memfasilitasi pertemuan dengan para kepala SKPD di Kabupaten, tujuannya,
agar setiap Kecamatan dapat mengekspos segala hal yang sifatnya urgen untuk
diprogramkan. Mendengar masukan itu Wabup mengaku sependapat, mnurutnya
jika perlu pimpinan SKPD turun langsung kedesa, jangan hanya bisa duduk
dibelakang meja.

"Jika perlu Kepala Dinas datang kedesa, jangan hanya bisa menyusun program
diatas meja, alhasil apa yang diprogramkan tidak sesuai dengan apa
keinginan masyarakat dan situasi disana, pimpinan memberikan jabatan itu
bukan untuk duduk di kabupaten dan jalan-jalan menggunakan APBD," ujarnya.

Selain itu Wabup juga menampung permintaan dari Forum Kepala Desa Semukut,
menurutnya sebagai ibu Kota Kecamatan harusnya memiliki pintu masuk yang
berkesan, untuk itu ia meminta dukungan pembangunan pintu masuk Kecamatan
yang menarik. Permintaan lainnya meminta dukungan segera difungsikannya
Kempang yang merupakan program dari Dinas Perhubungan yang karena sesuatu
hal belum dapat difungsikan. Dan yang tak kalah pentingw dukungan
pembangunan Kantor Kecamatan yang representatif.

Dalam peninjauannya Wabup menyayangkan jumlah masyarakat miskin di
Kecamatan Pulau Merbau yang hampir mencapai 50 persen dari 5000-an jiwa. Ia
berharap pejabat terkait di Kabupaten dapat lebih peduli dengan kondisi
ini, hingga bisa menekan kemiskinan yang terjadi.

"Saya kira tidak ada alasan bagi pejabat di Meranti pergi berjalan jalan
dan menbiarkan masyarakat miskin, saya akan cek, apakah semua dinas punya
data kongkrit sesuai tupoksinya, misal dinas pendidikan berapa jumlah ruang
belar, guru, jumlah sekolah layak dan tidak layak begitu juga dinas sosial
berapa jumlah masyarakat miskin dan apa penyebab terjadinya kemiskinan,
saya tidak mau apa yang dikerjakan hanya sekedar proyek saja, SKPD harus
bisa mengkajinya," terang Wabup.

"Rasa tangung jawab inilah yang diperlukan," pungkasnya.

Wabup berjanji kepada masyarakat Desa jika ada aparat di Meranti yang
kurang perhatian, maka dirinya akan melakukan pembinaan agar lebih peka
lagi terhadap masyarakat.  "jika tak juga mengerti buat apa kita pakai,
banyak  lagi yang mau bekerja," paparnya.

Diakhir pidatonya Wabup H. Sad Hasyim mengingatkan kepada aparatur
pemerintan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, untuk tidak
melakukan pungutan liar (Pungli). "Pegawai Kecamatan disini jangan
main-main dengan pungli, dengan alasan biaya blanko dan lainya, bisa
berhadapan dengan hukum," ujar Wabup mencontohkan kejadian di Disduk Capil
Batam dimana pegawainya terpaksa diproses hukum karena kedapatan melakukan
pungli.

Adapun proyek yang sempat ditinjau Wakil Bupati dan rombongan diantaranya
proyek pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas
Pembantu dan jaringanya dana Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintan
Provinsi Riau sebesar 236 juta yang berada di Desa Semukut. Dari hasil
konsultasi dengan Konsultan lapangan diketahui pengerjaan sudah berjalan
dua bulan dengan progres pembangunan telah mencapai 80 persen.

Selanjutnya meninjau proyek peningkatan jalan Teluk Ketapang-Semukut
sepanjang 2 KM yang dibangun menggunakan APBD Meranti sebesar 2.8 Miliar
lebih.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur Wabup juga berkesempatan singgah
dikediaman Hafiz 30 Juz, Lailanur Hasanah di Pondok Pesantren Nurul Iman
Semukut, disitu dari keterangan Lailanul Hasanah membina 70 santri. Wabup
berharap kepada Lailanur Hasanah dapat melahirkan Hafiz-hafiz baru yang
mampu mengharumkan nama Meranti di ajang MTQ Nasional. Lailanul sendiri
merupakan Hafiz kebanggaan Meranti yang berkali-kali mengharumkan nama
negeri Sagu ditingkat Nasional, terakhir meraih peringkat 2 pada MTQ
Nasional beberapa tahun silam. "Sekarang Meranti tengah membina 300 calon
Hafiz yang tersebar dibeberapa desa seperti Tanjung Motong, Tj. Samak,
Pulau Topang dan di Semukut sendiri, kita harapkan disini dapat melahirkan
Hafiz 30 Juz yang mampu mengharumkan nama Meranti," harapnya.

Selain itu juga meninjau MI. Hidayatul Mubtadin Semukut yang cukup
memprihatinkan ia berharap nantinya dapat dilakukan renovasi agar lebih
representatif. Peninjauan juga dilakukan Kantor Desa Padang Kamal yang
sangat representatif dan berdialog dengan para pegawai seraya berpesan
untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Proyek selanjutnya yakni peningkatan jalan Semukup-Blokop sepanjang 640
Meter, dengan anggaran sebesar 700 juta lebih dari dana Bantuan Keuangan
Provinsi Riau, progres proyek tersebut seperti dikatakan Heri selaku
pengawas lapangan sudah mencapai 25 persen.

Proyek lainnya yang mendapat peninjauan pembangunan Tanggul pemecah
gelombang sepanjang 300 M di Desa Centai dari dana APBD Provinsi Riau. Dan
Cetak Sawah Baru di Desa Tanjung Bunga seluas 25 Ha dari Kementerian
Pertanian.

Selanjutnya peningkatan jalan Setia Indra di Desa Tanjung Bunga 1.3 KM
Bankeu Provinsi Riau sebesar 1.5 M lebih, sejauh ini progres baru mencapai
20 persen.

Proyek lainnya yakni Peningkatan Jalan Renak Dungun Batang Meranti sumber
dana APBD Kabupaten Meranti sebesar hampir 400 Juta rupiah di Kecamatan
Pulau Merbau.

Terakhir proyek pembangunan ruang majelis guru SDN 52 Batang Meranti
Kecamatan Pulau Merbau sebesar 211 juta lebih dari anggaran Keuangan
Pemerintah Provinsi Riau dan Pembangunan RKB SDN 52 Batang Meranti dengan
nilai kontrak mendekati 2 Miliar yang berasal dari bantuan Keuangan
Pemerintah Provinsi Riau. Dilokasi ini Wabup sedikit menyesalkan tidak
adanya pihak Dinas Pendidikan Meranti yang mengawasi.

Wabup sedikit menyesalkan saat peninjaua tidak menemui Kontraktor dan pihak
Konsultan dilokasi proyek, kekesalan itu bukannya tidak beralasan sebab apa
yang diharapkan yakni informasi yang jelas dan konkrit sebagai bahan
evaliasi tidak didapatkannya. "Saya minta jika ada peninjauan kontraktor
ada ditempat jadi saya bisa mendapatkan informasi yang jelas," pesanya
kepada pengawas lapangan.

Meski menemukan sedikit masalah, namun secara keseluruhan dari monitoring
yang dilakukan Wabup, sebagian besar proyek telah dikerjakan dengan baik,
hal itu diperkuat oleh penjelasan dari konsultan dan kontraktor dilapangan
yang mengaku mampu mengerjakan sesuai rencana dan kontrak.

Sekedar informasi, Wabup juga berksempatan meninjau Objek Wisata Pantai
Beting Beras di Desa Kuala Merbau yang terkenal dengan Ivent Jung Titis
atau Sampan Layar serta layang-layang Pantai. "Selanjutnya akan digelar
Voly pantai dan lainya," ujar Tokoh Pemuda Ricky. (Rilis Humas Meranti).
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.