Menteri Jonan Tolak Gunakan Nuklir untuk Listrik

Rabu, 24 Mei 2017 15:44
Dibaca: 145 kali
BAGIKAN:
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Tokyo Jepang, Minggu (14/5/2017) menghadapi pertanyaan pembangkit nuklir Indonesia oleh seorang WNI di Tokyo.

Liputanriau.com, Tokyo - Pembangkit listrik di Indonesia akan menekankan energi terbarukan dalam masa mendatang, tidak akan menyentuh soal nuklir untuk pembangkit listrik. Nuklir akan menjadi alternatif terakhir.

"Kebijakan energi nasional sudah jelas ke energi terbarukan. Penggunaan nuklir atau sejenisnya merupakan kebijakan terakhir. Nuklir tidak akan digunakan untuk energi listrik," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di Tokyo belum lama ini.

Seorang pengurus pelajar Indonesia di Jepang juga mempertanyakan langsung kepada Jonan hal tersebut dan dijawab dengan hal yang sama.

"Plutonium pun tidak akan dipakai untuk energi listrik. Pokoknya nuklir adalah hal terakhir untuk pembangkit listrik di Indonesia," kata Jonan tegas.

Hal tersebut juga menurutnya sudah diputuskan oleh Ketua Umum Dewan nasional Energi Nasional Indonesia, Presiden Joko Widodo.

"Dan saya hanya sebagai official ketua harian saja dalam bidang energi ini," kata dia.

Baik Presiden, Wakil Presiden maupun Menteri ESDM yang telah berkunjung ke Jepang semuanya sempat dipertanyakan masyarakat Indonesia di Jepang mengenai kebijakan penggunaan nuklir di Indonesa.

Jawaban para pimpinan Indonesia tersebut sama semua bahwa nuklir adalah energi terakhir untuk penggunaan sebagai pembangkit lisrik di Indonesia.

"Kita kan lihat sendiri dampaknya yang terjadi di Fukushima Jepang tahun 2011, kita belajar lah dari sana itu agar tidak terjadi di Indonesia dan janganlah terjadi. Kalau memang kita tak pakai energi nuklir ya tak ada yang perlu ditakuti bukan?" kata seorang pejabat Indonesia, Rabu (24/5/2017).

Editor: Bobby Satia

  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.