Standar Baiknya Sebuah Ibadah Sesuai al-Qur'an

Jumat, 23 Sep 2016 18:51
Dibaca: 283 kali
BAGIKAN:
ilustrasi
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs Al Mulk:2)

Ayat inj menegaskan Allah akan fungsi kehidupan manusia di dunia. Sebagai ujian. Untuk diketahui kelak di akhirat siapa yang paling baik amalnya, bukan yang paling banyak amalnya.

Sebagian mufasirin menjelaskan maksud ayat mulia ini, bahwa amalan banyak tidak berguna jika tidak baik. Standar baiknya amal ada dua dan keduanya tak bisa dipisah. Wajib ada kedua-duanya. Pertama iklas semata melakukan demi ridho Allah dan kedua mutaba'ah yang artinya sesuai dengan contoh yang diajarkan atau diamalkan Rosulullah.

Iklas sebagai amalan hati yang hanya Allah mengetahui kualitasnya. Sementara mutaba'ah sebagai amalan fisik yang memungkinkan diketahui kulitasnya oleh orang lain.

Semakin sama cara melakukan amalan sholeh, terutama sholat, kemudian doa, dzikir dan ibadah lainnya dengan cara Rosulullah melaksanakan, maka semakin baiklah kualitasnya. 

Demikian sebaliknya, semakin tak mirip apalagi berbeda dengan cara Rosulullah melaksanakan, maka semakin buruklah kualitas ibadahnya. Bahkan punya potensi amalannya tertolak ibadah yang diamalkan.

Catatan taklim tafsir Qs Al Mulk bersama Ust DR Aspri Rahmat Azai di Masjid RJ, Jumat 20 Dulhijjah 1437 H/ 23 September 2016 oleh Ahmad Su'udi
  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.