Tiga Bentuk Permintaan Tolong pada Allah

Sabtu, 08 Okt 2016 21:24
Dibaca: 304 kali
BAGIKAN:
Kajian Tiga Bentuk Permintaan Tolong pada Allah dlm Kitab Usul Tsalasah karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi bersama Ust. Maududi Abdullah di Masjid RJ Pekanbaru.

I. Istianah
-  Al istianah adalah salah satu dari permohonan pertolongan pd Allah.
- Al istianah adalah permohonan bantuan pd Allah atas sesuatu yg ia kerjakan, agar Allah memudahkan, menyempurnakan dan memberikan keberhasilan.

II. Isti'adah
 Adalah minta pertolongan pd Allah agar dijauhkan dari segala yg tak diinginkan.

III.  Istighosah
 Adalah permintaan pd Allah agar didekatkan dengan segala kebaikan.
> Sikap ketergantungan bantuan pd Allah dianggap para ulama sebagai salah satu ketaatan terbesar seorang hamba.
> Sikap ketergantungan bantuan Allah sebagai wujud keyakinan kemahakuasaan Allah terhadap seluruh semesta, termasuk segala ketentuan yg berlaku pd dirinya sendiri. Allah yg mengatur segala sesuatu secara menyeluruh dan mutlak.
>Ketergantungan atas pertolongan Allah pokok dari keyakinan bahwa segala sesuatu di semesta seluruhnya terjadi dan tidak terjadi semata karena Allah.

Secara harfiyah manusia bisa  melakukan sesuatu sesuai dg kemampuan yg diberi Allah. Kemungkinan manusia melakukan sesuatu ada tiga syarat.
- Punya kemampuan melakukan
- Mampu melakukan yg diinginkan
- Tidak ada halangan untuk melakukannya.
* Meskipun secara alamiah manusia berkemungkinan melakukan sesuatu sesuai dg kemampuan yg diberi Allah, namun untuk mewujudkan apa yg diinginkan, manusia tetap tergantung pd ketentuan Allah.
* Karena setiap saat kita membutuhkan istianah, istiadah dan istighosa sebagai pelengkap dari ikhtiar yg telah dilakukan. Sebagai bentuk menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah.

>> Setiap saat Allah tiada henti mencurahkan beragam kenikmatan dunia pada kita, alangkah seringnya kita justru menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat pd Allah.
- Betapa maha penyayang Allah yg tak murka pd kita karena menggunakan nikmatnya yg kita gunakan untuk bermaksiat, padahal Allah mampu dan teramat mampu melakukan.
- Allah yg mencipta sekaligus mengatur alam semesta, mustahil tak bisa mencabut nikmat mata atau nikmat lisan atau nikmat lainnya dari kita. 
- Karena itu, banyak2lah beristighfar sekaligus bersyukur pd Allah.

>> Kelanjutan Kajian Usul Tsalasah Karya Syekh Muhammad Abdul Wahab At Tamimi.

>>Dalil istiada: Al Falaq dan Annas
- Dalil ini salah satu penegasan kemahakuasaan Allah dalam mengatur alam semesta, termasuk manusia dan jin di dalamnya.
- Keyakinan atas kemahakuasaan Allah mengatur alam semesta adalah bagian dari aqidah.

Secara Kondisi ada dua jenis ketentuan Allah atas manusia.

1. Manfaat
- Sesuatu yg Allah datangkan kepada kita sebagai takdir yg aesuai dg keinginan kita.
2. Mudhorot
- Sesuatu yg Allah datangkan pd kita sebagai takdir yg tak sesuai dg keinginan kita.
- Tetapi sesungguhnya pandang terhadap manfaat dan mudhorot kerap dinilai berdasarkan keterbatasan pengetahuan dan hawa nafsu, maka sering keliru.
- Sangat mungkin sesuatu yg kita anggap manfaat ternyata jadi awal mudhorot. Begitu jg sebaliknya. Takdir yg kita anggap buruk, ternyata manfaat di Mata Allah.

> Meyakini bahwa semata Allah yg menentukan manfaat dan mudhorot atas seluruh mahluknya. 
>Karena itu selalulah bergantung pd Allah. Semata mengharapkan perlindungan dari segala mudhorot.
> Adalah kebodohan minta perlindungan pd selain Allah. Karena ia meminta pd sesuatu yg tak mampu memberikan perlindungan. Terlebih jika permintaan itu digantungkan pd benda mati. Seperti jimat dsb. Ini kesyirikan yg nyata. Dosa yg paling dibenci Allah dan tak mungkin diampuni jk sampai dibawa mati.
>Syaiton merupakan mahluk Allah. Kehidupannya terikat dg ketentuan Allah. Karena itu, jg minta perlindungan pd syaiton, tp mintlah pd Dzat yg memiliki syaiton. Hal yg sama qiaskan pd selain Allah.
>Kemudhorotan atas kita hanyalah yg sdh ditetapkan Allah. Karena itu, yakinlah jikapun seluruh mahluk bersatu ingin memberi kemudhorotan pd kita, mustahil terjadi jika tdk ditakdirkan Allah terjadi.
  BacaJuga
  komentar Pembaca
Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.