• Home
  • Teknologi
  • Waspada, Penipuan Berkedok Perpanjang Masa Langganan WhatsApp

Waspada, Penipuan Berkedok Perpanjang Masa Langganan WhatsApp

Senin, 05 Jun 2017 13:29
Dibaca: 45 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com - Belakangan, kembali marak upaya penipuan melalui aplikasi chatting WhatsApp. Penipuan ini berkedok habisnya masa berlaku WhatsApp dan meminta pengguna untuk membayar biaya berlangganan untuk terus menggunakan aplikasi tersebut.

Seperti diketahui, WhatsApp saat ini merupakan aplikasi gratis. Namun, sebelumnya memang pernah ada masa ketika WhatsApp merupakan aplikasi berbayar. Penipuan ini memanfaatkan fakta tersebut.

Si penipu mengirimkan pesan tipuan berbentuk SMS kepada pengguna. Pesan itu biasanya dikirim dari nomor yang mengatasnamakan WhatsApp, menyebutkan bahwa masa berlangganan pengguna sudah habis, lalu meminta pengguna membayar uang jumlah tertentu dengan cara klik sebuah link.

Salah satu kasus penipuannya terjadi di Inggris. Di negara tersebut, pengguna WhatsApp dikirimi SMS yang meminta pembayaran 0,99 poundsterling atau sekitar Rp 16.000 untuk memperpanjang layanan.

Dalam pesan itu juga terdapat sebuah tautan palsu yang diklaim untuk memudahkan pembayaran, sebagaimana dirangkum dari The Independent, Senin (5/6/2017). Tentu saja, tautan tersebut malah membawa pengguna ke situs palsu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan WhatsApp.

Saat ini, belum diketahui apakah penipuan sejenis juga sudah mulai marak di Indonesia. Jika pengguna di Tanah Air mendapat pesan yang serupa, sebaiknya jangan mengklik tautan yang ada di pesan SMS itu. Sebab bisa dipastikan bahwa pesan tersebut palsu dan tautan itu merupakan tipuan untuk menguras uang pengguna.

Sekadar diketahui, pada tahun lalu WhatsApp juga pernah dilanda masalah penipuan sejenis. Penipuan ini mengatakan bahwa WhatsApp bakal menarik biaya berlangganan mulai 1 Januari 2017 dan meminta pengguna yang menerima pesan untuk menyebarkan informasi tersebut pada minimal 10 orang pengguna lainnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Hari Ini Polisi akan Koordinasi dengan KPK Bahas Novel

    Senin, 19 Jun 2017 13:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi akan melakukan koordinasi dengan KPK, Senin (19/6). Mereka akan membahas terkait penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.Kapolri Jenderal Tito

  • Reaksi Polisi soal Pertemuan Rizieq dengan Amien Rais dan PKS

    Jumat, 16 Jun 2017 15:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemimpin FPI Rizieq Shihab bertemu dengan sejumlah politisi, seperti mantan Ketua Umum PAN Amien Rais, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan anggota DPR dari PKS

  • Polda Metro Jaya Susun Strategi Lain untuk Tangkap Rizieq

    Rabu, 14 Jun 2017 16:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Daerah Meteropolitan Jakarta Raya menyiapkan strategi lain untuk menangkap buronan kasus pornografi Rizieq Shihab. Rizieq terakhir diketahui berada di Arab Saudi.

  • Komnas HAM Minta Hentikan Kasus Ulama, Polisi: Kami Profesional

    Sabtu, 10 Jun 2017 13:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolsian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menanggapi santai permintaan penghentian sejumlah kasus yang melibatk

  • Aksi Bela Ulama Tetap Digelar, Polisi: Asal Jangan Keluar Masjid

    Jumat, 09 Jun 2017 14:38

    Liputanriau.com, Jakarta - Peserta Aksi Bela Ulama terus berdatangan ke Masjid Istiqlal menjelang salat Jumat. Mereka tidak mempedulikan imbauan Kapolda Metro Jaya yang meminta agar aksi dibatalkan. "

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.